bakabar.com, BANJARBARU - Gubernur Kalsel Muhidin membentuk Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) dalam rakor bersama Forkopimda dan instansi vertikal, Rabu (10/6).
Muhidin mengatakan struktur Satgas Karhutla perlu diperbarui agar lebih efektif mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan meningkat pada puncak musim kemarau Agustus–September 2026.
"Kami meminta satgas melakukan inventarisasi kendala di lapangan serta memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung," tegasnya.
Masyarakat juga diimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dapat memicu kebakaran yang meluas. Aparat penegak hukum juga diminta menindak tegas pelaku pembakaran lahan.
Dari catatan BPBD Kalsel, terdapat 1.137 titik panas di Banua dengan 25 kejadian karhutla yang berdampak pada lahan seluas 41,39 hektare.
Sejauh ini, ada satu kabupaten yang telah menetapkan status siaga kathutla, yakni Barito Kuala. Tujuannya untuk antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan kedepan.
Dalam rakor itu juha dibahas soal distribusi BBM bersubsidi. Muhidin memastikan pasokan BBM di Kalsel dalam kondisi aman, meski ada beberapa BBM non-subsidi yang mengalami kenaikan harga.
"Saya sudah meminta pengelola SPBU untuk mengatur pelayanan agar tidak terjadi antrean panjang yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat," tuntasnya.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menyebut jejaran kepolisian telah menindak berbagai pelanggaran, termasuk praktik premanisme di sekitar SPBU dan dugaan penimbunan BBM.
"Hampir 100 pelaku premanisme telah diamankan," akunya.