Bulog Kotim Siapkan Stok Kuat Jelang Ramadan, Target Serapan Gabah Naik Jadi 20 Ribu Ton

Bulog Cabang Kotim, memaksimalkan penyerapan gabah petani di tengah momentum musim panen.

Salah seorang petugas dari Bulog Cabang Kotim, sedang memeriksa kesiapan gabah yang akan mereka beli dari petani lokal, belum lama ini. Foto: Bulog Kotim.

bakabar.com, SAMPIT - Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, memperkuat stok pangan menjelang Ramadan dengan memaksimalkan penyerapan gabah petani di tengah momentum musim panen. Tahun ini, target serapan gabah di wilayah Kotim, Seruyan, dan Katingan mengalami peningkatan signifikan.

Kepala Bulog Cabang Kotim, Azwar Fuad, mengatakan target serapan gabah kering panen (GKP) untuk wilayah Kotim naik menjadi 20 ribu ton, dari sebelumnya sekitar 14 ribu ton. Artinya, terdapat penambahan target hampir 6.000 ton gabah.

“Persiapan jelang Ramadan tentunya kami memperkuat stok di gudang Bulog. Apalagi ini bertepatan dengan musim panen, sehingga penyerapan gabah petani kami maksimalkan agar stok selama Ramadan semakin kuat,” kata Azwar, Jumat (30/1/2026).

Azwar menjelaskan, hingga saat ini Bulog Kotim telah mulai menyerap gabah hasil panen petani di sejumlah wilayah, seperti Lempuyang dan Pagatan, yang sudah memasuki masa panen sejak pekan ketiga Januari 2026.

“Per hari ini total serapan kami sudah kurang lebih 600 ton gabah dan ini akan terus bertambah. Stok di gudang yang saat ini berada di kisaran 7.000 hingga hampir 8.000 ton dipastikan akan semakin kuat,” jelasnya.

Peningkatan target serapan ini sejalan dengan kebijakan nasional. Pemerintah pusat, melalui arahan Presiden RI dan Menteri Pertanian, menugaskan Bulog untuk menyerap setara 4 juta ton beras secara nasional pada 2026, naik dari 3 juta ton pada 2025, atau meningkat sekitar 30 persen.

Selain penguatan stok beras, Bulog Kotim juga terus menjalankan penugasan pemerintah lainnya, seperti program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan guna menjaga kestabilan harga di masyarakat.

“Program SPHP tetap berjalan, dan pada Februari nanti kami juga akan melanjutkan kerja sama dengan TNI dan Polri terkait penjualan beras SPHP. Bantuan pangan juga akan kembali digulirkan sesuai penugasan pemerintah,” ujarnya.

Dengan meningkatnya target serapan, Bulog Kotim turut mengantisipasi keterbatasan kapasitas penyimpanan. Saat ini, Bulog Kotim telah menyewa dua unit gudang, dan tidak menutup kemungkinan akan menambah gudang baru.

“Kami sedang mencari tambahan gudang karena target penyerapan bertambah. Intinya, apa pun penugasan dari pemerintah, Bulog selalu siap menjalankannya,” tegas Azwar.

Bulog Kotim optimistis target serapan gabah tahun ini dapat tercapai, dengan harapan kondisi cuaca mendukung dan tidak terjadi bencana banjir, kekeringan, maupun serangan hama yang dapat mengganggu produksi petani.