bakabar.com, BANJARMASIN – Tak terima jadi korban pengeroyokan brutal, Supian Noor melapor ke polisi. Pemilik toko mebel di Jalan Pangeran Antasari itu mengaku dianiaya hingga terluka, bahkan turut kehilangan barang serta mengalami kerusakan di tokonya akibat aksi pelaku.
Supian menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang. Tepatnya pada Sabtu 28 Maret dini hari, sekira pukul 00.05 WITA di toko mebelnya. Pelakunya berinisial M, J, L, N, BS, N, Y, dan RB. “Kejadiannya setelah saya mengantarkan meja televisi kepada pembeli,” ujarnya, Rabu (8/4).
Menariknya dari delapan pelaku yang dilaporkan tersebut, di antaranya diduga merupakan oknum anggota Polri. “Saya sudah melakukan kasus ini ke Polda Kalsel. Dan ke Propam atas kejadian ini,” ujar Supian, Rabu (8/4).
Pengeroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan sejumlah luka itu, berawal dari penyerangan yang dilakukan R bersama beberapa orang. R sendiri bukan orang lain, ia adalah mantan istri Supian. Mereka baru saja bercerai. “Sebenarnya ini soal harta gono gini,” terangnya.
Supian bercerita runtut apa yang terjadi pada malam nahas itu. Sebelum penganiayaan terjadi, ia baru saja pulang ke toko setelah mengantarkan jualan mebel bersama karyawannya bernama Agung. Di toko juga ada seorang karyawan wanita yang masih berjaga.
Soal pintu itupun kemudian tak digubris lagi. Supian lalu meminta Agung untuk memasukan mobil pickup pengangkut mebel agar dimasukkan ke garasi belakang. Sementara didirinya tanpa masuk ke dalam toko melalui pintu depan.
Dari depan Supian kemudian menuju ruang kantor yang ada di bagian kanan belakang toko. Saat itu, kebetulan karyawan wanitanya sedang santai di ruang tersebut. Namun, betapa kagetnya Supian ketika secara tiba-tiba muncul mantan istrinya ,R, bersama beberapa orang.
“Mereka bukan orang lain, mantan istri saya, dan mantan ipar saya. Juga ada beberapa orang lain saat itu. Saya begitu terkejut,” ucap Supian.
Yang membuat Supian semakin kaget, saat itu para pelaku beramai-ramai menuduhnya sedang melakukan perzinahan. Sambil mengambil video dari kamera telepon genggam, para pelaku membabi buta meneriaki Supian.
Supian yang saat itu hanya sendirian, berjuang habis-habisan membela diri. Ia mati-matian membantah telah melakukan perbuatan tak senonoh. “Buat apa saya berzinah sementara saya membawa anak buah saya, Agung. Itu hanya fitnah kepada saya,” terangnya.
Perdebatan kian memuncak saat itu. Hingga akhirnya ada yang mulai melakukan pemukulan terhadap Supian. Dari pengakuan Supian, pelaku R menjadi orang pertama. R melakukan pemukulan ke arah pipi kanan menggunakan tangan.
Selanjutnya, pelaku B, N dan Y turut mendatangi Supian. Mereka bersama-sama menjatuhkan Supian hingga tersungkur dan tidak bisa melakukan perlawanan.
Dalam kondisi terjatuh, Supian mengaku dihajar secara beramai-ramai oleh para pelaku. Ia mengalami sejumlah luka, di antaranya lecet dan lebam di pipi kanan, lebam di dahi kiri, serta rasa sakit di bagian perut atas.
“Luka-luka yang saya derita sudah saya visum dan sudah saya masukan dalam laporan polisi,” ucap Supian.
Lebih jauh, dikatakan Supian sejatinya ia tak mau persoalan rumah tangganya sampai berujung seperti ini. Ia pun tak menutup rapat pintu perdamaian, namun secara bersyarat. “Bisa saja berdamai, tapi saya tentunya akan meminta persyaratan,” pungkasnya.