Belasan Pos Siaga Didirikan untuk Cegah Karhutla di Kalsel Meluas

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel memetakan strategi cepat tanggap untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musi

Belasan pos siaga didirikan untuk mempermudah mobilisasi penanganan karhutla di Kalsel. Foto: Media Center

bakabar.com, BANJARBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan memetakan strategi cepat tanggap untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. 

Sedikitnya 14 pos lapangan yang disiagakan dan tersebar di berbagai kabupaten/kota. Pendirian pos ini untuk mempercepat respons pemadaman sebelum titik api membesar dan memicu gangguan asap.

"Penempatan pos lapangan ini bertujuan untuk memangkas waktu penanganan di lokasi rawan," papar Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra.

"Dari total belasan pos tersebut, lima di antaranya sengaja ditempatkan di kawasan ring satu sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor sebagai prioritas utama," tambahnya.

​Dijelaskan bahwa area prioritas pertama memang kawasan sekitar bandara untuk mencegah asap mengganggu aktivitas penerbangan.

Kemudian wilayah utara yang meliputi Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, hingga Tabalong.

​Adapun lima titik strategis di kawasan ring satu yang disiagakan meliputi Guntung Damar, Pengayuan, Bati-Bati, Jalan Gubernur Sarkawi, dan di sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

Sementara sembilan pos lapangan sisanya disebar untuk menutupi wilayah kabupaten dan kota lain di Kalimantan Selatan.

"Semoga respons tim dalam menanggulangi karhutla bisa lebih cepat, sehingga kebakaran tidak meluas dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas," tutur Ronny.

​Dalam operasional harian, BPBD Kalsel mengandalkan sinergi lintas instansi yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.

Kehadiran berbagai pihak di setiap pos dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pencegahan serta pemadaman di lapangan.
​
Selain BPBD, unsur yang terlibat dalam pos lapangan, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, dinas kehutanan, dinas sosial, masyarakat peduli api dan para relawan.