Batola Kembali Raih Adipura, Petugas Kebersihan Diapresiasi Bonus Khusus

Menjelang Idulfitri 1445 Hijriah, Jumat (5/4), sedikitnya 240 petugas kebersihan di Barito Kuala (Batola) mendapat kabar bahagia.

Penjabat Bupati Batola, Mujiyat, bersama ratusan petugas kebersihan di Rumah Jabatan Bupati Batola, Jumat (5/4). Foto: Dokpim Batola

bakabar.com, MARABAHAN - Menjelang Idulfitri 1445 Hijriah, Jumat (5/4), sedikitnya 240 petugas kebersihan di Barito Kuala (Batola) mendapat kabar bahagia.

Seusai menerima paket lebaran yang diserahkan langsung Penjabat Bupati Mujiyat di Rumah Jabatan Bupati Batola, mereka juga dijanjikan bonus khusus berupa peningkatan penghasilan.

Peningkatan penghasilan tersebut terbilang ideal. Faktanya kerja keras mereka telah membawa Batola kembali meraih Anugerah Adipura 2023 atau yang keempat berturut-turut.

Ratusan petugas kebersihan dan Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batola menerima paket bahan pokok dari Penjabat Bupati Mujiyat, Jumat (5/4). Foto: Dokpim Batola

"InsyaAllah dalam APBD Perubahan 2024, kami akan meningkatkan penghasilan petugas kebersihan di Batola," ungkap Mujiyat.

Adapun rencana kenaikan bervariasi dalam rentang Rp5.000 hingga Rp10.000 per hari tergantung klasifikasi dan durasi pekerjaan.

"Sekarang kami masih melakukan penghitungan, karena klasifikasi pekerjaan mereka berbeda-beda mulai dari sopir angkutan, petugas kebersihan lingkungan maupun pasar," jelas Mujiyat.

Baca Juga: Pertahankan Anugerah Adipura, Batola Target Raih Predikat Kencana 2025

"Terlepas dari pembahasan yang masih berlangsung, peningkatan penghasilan merupakan bentuk apresiasi saya selama menjabat Penjabat Bupati Batola kepada petugas kebersihan," sambungnya.

Rencana peningkatan penghasilan tersebut sontak mendapat tanggapan positif dari semua petugas kebersihan.

Ratusan petugas kebersihan dan Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batola diterima Penjabat Bupati Mujiyat di Rumah Jabatan Bupati, Jumat (5/4). Foto: Dokpim Batola

Salah seorang di antaranya adalah Salamat Haitami yang dalam keseharian menjadi petugas kebersihan di Pasar Tabunganen.

Sudah bertugas selama kurang lebih 23 tahun, Salamat memperoleh penghasilan sekitar Rp420 ribu. Penghasilan ini diperoleh dari 12 hari kerja.

"Mengingat kondisi sekarang, penghasilan sebagai petugas kebersihan kurang memadai. Makanya saya juga mencari tambahan dengan berjualan kecil-kecilan," jelas Salamat.