bakabar.com, BANJAR - Tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meninjau langsung pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banjar, Kamis (16/7/2026). Kunjungan dilakukan ke Posyandu Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan, dan Kampung KB di Kelurahan Keraton.
Observasi lapangan itu didampingi Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi bersama jajaran pemerintah daerah. Peninjauan dilakukan untuk melihat efektivitas berbagai intervensi penanganan stunting yang telah dijalankan hingga tingkat desa.
Koordinator Direktorat Pengendalian Evaluasi Kebijakan Strategis 4 Bappenas, Meita, mengatakan Kabupaten Banjar masih menjadi daerah dengan angka stunting tertinggi di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data terbaru, prevalensinya masih berada di kisaran 32 persen.
"Targetnya pada akhir 2029 angka stunting di Kabupaten Banjar bisa ditekan menjadi 17 persen. Memang perlu kerja keras, tetapi melalui perbaikan kebijakan dan konsistensi intervensi kami optimistis target itu bisa dicapai secara bertahap," ujar Meita.
Menurutnya, Bappenas juga ingin memastikan perkembangan balita yang telah mendapatkan intervensi pemerintah.
"Kami ingin melihat apakah balita yang sebelumnya terindikasi stunting mengalami perbaikan setelah mendapatkan intervensi, misalnya dari status sangat pendek menjadi pendek," katanya.
Meita mengapresiasi koordinasi lintas sektor di Kabupaten Banjar yang dinilai berjalan baik, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, puskesmas hingga kader Posyandu. Namun, penyelarasan program antarlembaga masih perlu ditingkatkan agar hasilnya lebih optimal.
Sementara itu, Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi menegaskan percepatan penurunan stunting menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan.
"Keberhasilan menurunkan stunting membutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu hingga masyarakat. Kami berharap kunjungan ini memberikan masukan untuk menyempurnakan program yang sudah berjalan," ujarnya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjar Noripansyah menambahkan penanganan stunting akan terus dilakukan melalui intervensi spesifik, seperti pemberian makanan tambahan, pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, serta intervensi sensitif berupa penyediaan air bersih, sanitasi layak, dan edukasi pola asuh kepada masyarakat.