Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai, DPRD Palangka Raya Minta Warga Siaga

DPRD juga mendorong pemerintah kelurahan dan relawan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi kondisi darurat.

ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa.(Foto: Ist)

bakabar.com, PALANGKA RAYA – Potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu menjadi perhatian DPRD Kota Palangka Raya. Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi berbagai risiko bencana yang dapat ditimbulkan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa, mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu harus direspons dengan langkah mitigasi sejak dini.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem. Langkah pencegahan sejak dini sangat penting untuk menghindari dampak yang lebih besar,” ujarnya di Palangka Raya, Jumat (3/4/2026).

Menurut Debora, cuaca ekstrem berpotensi memicu berbagai kejadian, mulai dari banjir, pohon tumbang, hingga gangguan jaringan listrik yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Karena itu, warga diminta lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar sebagai langkah awal pencegahan.

Ia menekankan pentingnya tindakan preventif yang dapat dilakukan masyarakat, seperti: membersihkan saluran drainase secara rutin, memastikan tidak ada sampah yang menyumbat aliran air,  serta memangkas ranting atau pohon yang berpotensi membahayakan.


“Hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan kondisi rumah aman bisa membantu mengurangi risiko saat cuaca buruk terjadi,” katanya, yang dilansir wartakalteng.com.

Selain masyarakat, DPRD juga mendorong pemerintah kelurahan dan relawan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi kondisi darurat.

Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Debora mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun tidak lengah dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, serta bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.

“Yang terpenting adalah kesiapsiagaan dan kepedulian bersama. Dengan begitu, kita bisa mengurangi potensi dampak yang ditimbulkan,” pungkasnya.(*)