Opini

Pentingnya Pengetahuan Seorang Ibu Demi Mencegah Stunting

Indonesia merupakan negara berkembang yang kejadian stuntingnya cukup tinggi. Dimana Kalimantan Selatan menempati posisi ke-5 tertinggi dari 20 provinsi yang ad

Featured-Image
Dr S Purnamasari SH, S.Sos.I, MSi, Dosen Universitas Islam Kalimantan.

Indonesia merupakan negara berkembang yang kejadian stuntingnya cukup tinggi. Dimana Kalimantan Selatan menempati posisi ke-5 tertinggi dari 20 provinsi yang ada di Indonesia dengan kejadian stunting mencapai 44,2% pada tahun sebelumnya. 

Oleh: Dr S Purnamasari SH, S.Sos.I, MSi, Dosen Universitas Islam Kalimantan

Kabupaten Tanah Laut secara keseluruhan menyumbang sekitar 24,6% kejadian stunting sehingga kondisi ini sangat dikhawatirkan oleh beberapa kalangan, dengan alasan terse-but Mahasiswa KKN Universitas Islam Kalimantan MAB turun langsung ke lapangan un-tuk melakukan sosialisasi/penyuluhan tentang pencegahan stunting pada anak. Dilakukannya analisis deskriptif terhadap pengetahuan ibu yang telah mendapatkan penyuluhan dengan cara menanyakan secara langsung berupa wawancara tentang hal apa yang dapat mereka terapkan dalam pencegahan stunting berdasarkan penyampaian edukasi saat penyuluhan. 

Peluang terjadinya stunting akibat anemia atau pun hipertensi yang diderita ibu pada anak. Pengetahuan tentang makanan bergizi menjadi faktor yang dapat memicu anemia dan berdampak pada kesehatan generasi berikutnya.

Indonesia merupakan negara berkembang yang kejadian stuntingnya cukup tinggi. Dimana Kalimantan Selatan menempati posisi ke-5 tertinggi dari 20 provinsi yang ada di Indonesia dengan kejadian stunting mencapai 44,2% pada tahun sebelumnya. Kabupaten Banjar secara keseluruhan menyumbang signifikan kejadian stunting, tak terkecuali di Desa Lawahan Kec Beruntung Besar Kab Banjar sehingga kondisi ini sangat dikhawatirkan oleh beberapa kalangan, dengan alasan tersebut Mahasiswa KKN Universitas Islam Kalimantan MAB turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyuluhan tentang pencegahan stunting pada anak. Dilakukannya analisis deskriptif terhadap pengetahuan ibu yang telah mendapatkan penyuluhan dengan cara menanyakan secara langsung berupa wawancara tentang hal apa yang dapat mereka terapkan dalam pencegahan stunting berdasarkan penyampaian edukasi saat penyuluhan/sosialisasi. 

Selain itu mendeskripsikan pengaruh hasil pemeriksaan tekanan darah ibu terhadap peluang terjadinya stunting akibat anemia atau-pun hipertensi pada anak. Pengetahuan tentang makanan bergizi juga menjadi faktor yang dapat memicu anemia dan berdampak pada kesehatan generasi berikutnya.

Stunting merupakan masalah serius dalam pertumbuhan anak, selain itu memiliki penyebab utama terkait dengan masalah gizi, terutama keku-rangan gizi kronis akibat asupan ma-kanan yang tidak mencukupi atau tidak seimbang. Faktor lain yang turut ber-kontribusi meliputi sanitasi yang buruk, keterbatasan akses ke air bersih, serta praktik pemberian makan dan perawa-tan anak yang tidak tepat. 

Penting untuk disadari bahwa stunting tidak hanya memengaruhi kesehatan dan perkem-bangan anak secara langsung, tetapi ju-ga memiliki dampak jangka panjang pada pertumbuhan ekonomi dan pem-bangunan suatu negara. Generasi yang mengalami stunting cenderung mem-iliki produktivitas yang lebih rendah saat dewasa. 

Implikasinya terhadap kesehatan dan perkembangan anak mencakup masalah fisik dan mental, penurunan kualitas hidup, serta keterbatasan kemampuan kognitif dan produktivitas di masa dewasa. Upaya pencegahan dan penanggulangan stunt-ing tidak hanya berdampak pada kese-jahteraan anak secara individu, tetapi juga berperan penting dalam mem-bangun generasi yang lebih sehat dan produktif untuk masa depan suatu negara (Nugraheni & Malik, 2023).

Pencegahan stunting menjadi suatu prioritas penting dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak di seluruh dunia. Upaya pencegahan stunting melibatkan perbaikan dalam beberapa aspek, termasuk gizi, sanitasi, pendidikan, dan kesadaran. 

Peran ibu dalam pencegahan stunting sangat penting, terutama dalam konteks perbaikan gizi. Jenis makanan yang dikonsumsi oleh anak sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. 

Pemberian variasi makanan yang seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh anak untuk pertumbuhan yang optimal. 

Mengikuti kegiatan posyandu juga merupakan opsi yang efektif dalam pencegahan stunting. Anak-anak dapat menerima vitamin dan suplemen makanan lainnya yang mendukung per-tumbuhan mereka, sementara ibu dapat berkonsultasi langsung mengenai per-masalahan pertumbuhan anak (Simanjuntak, et al., 2022).

Selain gizi, sanitasi juga memain-kan peran sangat penting. Lingkungan yang bersih membentuk dasar untuk ke-hidupan yang sehat. Lingkungan yang kurang bersih dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan kuman yang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan anak. 

Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi langkah penting yang dapat diambil oleh masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Dilakukannya pendekatan terhadap prinsip-prinsip ini, diharapkan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak-anak secara optimal dan menyeluruh.

Edukasi Kesehatan Terhadap Ibu

Program parenting education berfungsi sebagai bentuk dukungan kepada orang tua, memberikan keterampilan dalam menjalankan fungsi sosial mereka, termasuk mengasuh, merawat, melindungi, dan mendidik anak. Tujuan dari program ini adalah agar anak masa depan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sesuai dengan tahapan usia dan mendapatkan standar perolehan kesehatan dan gizi yang baik.

Keberhasilan program ini menciptakan komu-nikasi interaktif yang efektif tentang perkembangan anak, serta memberikan pemahaman kepada orangtua mengenai hak dan kewajiban mereka dalam menjaga kelangsungan hidup anak. Program parenting education dalam kesehatan dan gizi diupayakan melalui pengem-bangan materi yang mencakup pening-katan gizi, pemeliharaan kesehatan, perawatan, pengasuhan, dan perlindungan anak. 

Dengan demikian, program ini tidak hanya bertujuan memberikan solusi praktis bagi orangtua, tetapi juga membentuk dasar yang kuat untuk kesehatan dan perkembangan op-timal anak di masa depan (Fitroh & Oktavianingsih, 2020).

Pelaksanaan edukasi tentang pencegahan stunting pada anak melibatkan peran orang tua, yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya makronutrien dalam makanan untuk pertumbuhan optimal. Edukasi ini sangat berpengaruh besar terhadap pemahaman masyarakat secara umum. Pemberian informasi mengenai teknik pengolahan makanan yang sehat, melalui edukasi, memberikan manfaat sig-nifikan bagi masyarakat dalam me-mahami cara mempersiapkan makanan yang mendukung pertumbuhan anak.

Dengan adanya edukasi ini, pengetahuan ibu tentang jenis makanan yang seharusnya menjadi menu utama untuk anaknya dapat bertambah, memberikan kontribusi penting dalam pencegahan stunting dan menjaga kesehatan generasi masa depan.

Dalam menghadapi pentingnya kesehatan bagi masyarakat, diperlukan solusi atau formula yang memung-kinkan akses dan pengolahan informasi kesehatan dengan benar dan tepat. Hal ini menjadi faktor utama dalam membantu masyarakat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang berdampak pada kesehatan mereka.

Pemberian penyuluhan mengenai kondisi kesehatan ibu, misalnya, memiliki dampak yang signifikan terhadap tumbuh kembang dan status gizi anak. Informasi yang diberikan dapat membentuk pemahaman yang benar, memengaruhi perilaku, dan membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih baik terkait dengan kesehatan ibu dan anak. Dengan demikian, upaya penyuluhan menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa masyarakat dapat mengakses dan mengolah informasi kesehatan dengan benar, sehingga memberikan dampak positif pada kesehatan masyarakat secara keseluruhan (Ruwiah, et al., 2021).

Kesehatan dan pengetahuan mengenai pola makan yang sehat me-mainkan peran yang sangat penting, di mana bisa dijadikan sebagai solusi terhadap berbagai permasalahan kesehatan dan gizi anak. Pengetahuan yang me-madai tentang pola makan yang seim-bang terutama pada ibu, memegang peran penting dalam menanggulangi berbagai tantangan kesehatan anak. Ibu yang memiliki pengetahuan cukup dan kondisi fisik yang sehat menjadi potensi besar dalam menurunkan angka kejadi-an stunting di suatu daerah. 

Dengan pengetahuan yang memadai, ibu dapat memberikan asuhan gizi yang tepat kepada anak- anak mereka, menciptakan dasar yang kuat untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Peningkatan pengetahuan ibu mengenai pola makan yang sehat serta memastikan kondisi kesehatan ibu merupakan langkah strategis dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan gizi anak, khususnya dalam mengurangi risiko stunting.

Gizi memiliki peran penting se-bagai penentu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kualitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari harus mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tubuh. Gizi dapat diartikan sebagai segala sesuatu dalam pangan yang memberikan manfaat bagi kesehatan. Kehadiran nutrisi yang cukup dan seim-bang menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan optimal serta mencegah berbagai penyakit kekurangan maupun keracunan. Pentingnya asupan nutrisi ini terutama terlihat pada masa bayi dan anak, di mana tumbuh kembang yang pesat sangat menentukan kualitas gen-erasi yang akan datang. Memberikan perhatian khusus pada gizi anak pada masa ini tidak hanya mencegah masalah kesehatan, tetapi juga berkontribusi pa-da pembentukan SDM yang berkualitas untuk membangun masa depan yang lebih baik (Hariyadi, Damanik, & Ekayanti, 2010).

Status gizi dan kesehatan ibu dapat memengaruhi tim-bulnya masalah stunting, di mana ibu yang mengalami kekurangan gizi mem-iliki risiko tinggi melahirkan anak dengan pertumbuhan terhambat (Mitra, 2015).

Pendekatan terhadap masyarakat mengenai makanan bergizi harusnya dilakukan setiap bulan oleh ahli gizi yang sesungguhnya.(*)

Editor


Komentar
Banner
Banner