bakabar.com, BANJARMASIN – Wali Kota Muhammad Yamin berencana mengambil langkah tegas untuk menekan kenakalan remaja di Kota Banjarmasin. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah menerapkan pola pembinaan ala barak seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Skema tersebut nantinya menyasar anak dan remaja yang terlibat perilaku negatif, seperti aksi tawuran, untuk menjalani pendidikan kedisiplinan dan pembinaan karakter di lingkungan militer.
Yamin menilai, pendekatan pembinaan menjadi langkah penting agar para remaja bisa diarahkan kembali menjadi generasi yang disiplin dan bertanggung jawab.
“Jadi saya fikir mereka harus diberikan pendidikan dan pembinaan. Ini akan kami bicarakan lagi dengan pihak TNI dan Polri,” ungkapnya.
Menurutnya, konsep itu bukan untuk menghukum para remaja, melainkan membentuk mental dan karakter mereka sebagai generasi penerus daerah.
“Bagaimana anak-anak yang melakukan tindakan kurang bagus seperti tawuran ini untuk diberikan sanksi pembinaan di Rindam, agar mereka diajarkan fungsi sebagai pemuda, bahwa mereka itu adalah generasi penerus harapan Kota Banjarmasin,” jelasnya.
Meski demikian, rencana tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kesiapan anggaran.
Yamin mengungkapkan, wacana pembinaan ala barak sebenarnya sudah sempat dibahas sejak 2025 lalu, namun belum masuk dalam penganggaran murni tahun 2026.
Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin akan kembali melakukan koordinasi lintas sektor guna mematangkan skema pembiayaan apabila program tersebut benar-benar direalisasikan.
“Karena mendidik anak-anak itu tentunya kita harus memberi makan, tempat tinggal yang layak dan juga materi pendidikannya,” pungkasnya.