Wawasan Kebangsaan Perkuat Nilai-Nilai Pancasila di Banjarmasin Barat

Suripno Sumas kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila atau Wawasan Kebangsaan

Suripno Sumas, menggelar kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila atau Wawasan Kebangsaan. Foto: Humas

bakabar.com, BANJARMASIN – Ketua Fraksi PKB DPRD Kalimantan Selatan, Suripno Sumas kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila atau Wawasan Kebangsaan

Kegiatan Kamis (25/6/2026) diikuti warga Kecamatan Banjarmasin Barat.

Dalam kegiatan tersebut, materi wawasan kebangsaan dikemas dalam bentuk tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Muhari. Meski demikian, substansi kegiatan tetap berfokus pada penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Suripno Sumas mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas anggota DPRD untuk terus memasyarakatkan dan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Wawasan kebangsaan kami kemas dalam bentuk tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Muhari, namun substansinya tetap berfokus pada nilai-nilai lima sila Pancasila sebagai fondasi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurut Suripno, pemerintah menilai saat ini terdapat berbagai gejala penyimpangan terhadap nilai-nilai dasar Pancasila. Karena itu, diperlukan upaya yang lebih intensif untuk menanamkan kembali semangat kebangsaan kepada masyarakat.

“Meski metode penyampaiannya berbeda dibandingkan pemerintah sebelumnya, tujuan utamanya tetap sama, yakni memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sebagai modal dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Ustaz Muhari, menegaskan bahwa keberagaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kultur dan budaya bangsa Indonesia.

Ia menjelaskan, salah satu alasan Indonesia mampu tetap bersatu hingga saat ini adalah karena memiliki dasar ideologi yang kuat, yaitu Pancasila. Dengan berbagai agama, suku, dan budaya yang ada, masyarakat Indonesia tetap dapat hidup berdampingan dalam persatuan.

“Jika dibandingkan dengan beberapa negara lain yang memiliki keragaman lebih sedikit namun masih mengalami konflik, Indonesia justru mampu menjaga persatuan karena berpegang pada nilai-nilai Pancasila, khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai ideologi bangsa harus terus digaungkan dan disadarkan kepada masyarakat. Melalui program Wawasan Kebangsaan yang diinisiasi Suripno Sumas di DPRD, upaya tersebut menjadi bentuk kepedulian legislatif dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Ustaz Muhari juga menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat kehidupan berketuhanan, mengedepankan musyawarah, serta mewujudkan keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Penting untuk terus mengingatkan masyarakat bahwa persatuan adalah hal yang utama, kehidupan berketuhanan harus dijaga, musyawarah perlu dikedepankan, dan keadilan merupakan kewajiban yang harus diwujudkan bersama. Oleh sebab itu, kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” pungkasnya.