Uniska MAB Salurkan Sapi Kurban hingga ke Desa Jambu Burung

Suasana Iduladha 1447 Hijriah di lingkungan Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjary (MAB) terasa begitu hangat dan penuh berkah.

oleh Baha
Suasana Iduladha 1447 Hijriah di lingkungan Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjary (MAB) terasa begitu hangat dan penuh berkah. Foto: baha

bakabar.com, BANJARMASIN – Suasana Iduladha 1447 Hijriah di lingkungan Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjary (MAB) berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Pada momentum kurban tahun ini, kepedulian kampus tidak hanya dirasakan masyarakat perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah pedesaan.

Sebagai bentuk solidaritas dan ikatan emosional dengan masyarakat, Uniska MAB menyalurkan satu ekor sapi kurban ke Desa Jambu Burung, Kabupaten Banjar. Desa tersebut memiliki kedekatan tersendiri dengan civitas akademika Uniska karena pernah menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Desa itu merupakan salah satu tempat KKN yang kita laksanakan beberapa waktu lalu,” ujar Rektor Uniska MAB, Mohammad Zainul.

Ia mengungkapkan, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 lalu Uniska hanya menyembelih delapan ekor sapi, tahun ini jumlahnya bertambah menjadi 10 ekor.

“Alhamdulillah tahun ini ada 10 ekor sapi. Hewan kurban tersebut dibagikan ke tiga wilayah, yakni Banjarmasin, Banjarbaru, dan satu ekor dikirim ke Desa Jambu Burung,” katanya.

Menurut Zainul, peningkatan jumlah hewan kurban tersebut menjadi bukti tumbuhnya semangat berbagi dan ketulusan beribadah di lingkungan kampus.

Dengan bertambahnya jumlah sapi kurban, distribusi daging kepada masyarakat yang membutuhkan juga semakin banyak.

“Kita berharap ke depan minat dan spirit civitas akademika Uniska untuk berkurban terus meningkat dari waktu ke waktu,” tuturnya.

Senada dengan rektor, Ketua Pembina Yayasan Uniska MAB, Hj Rahmi Hayati, juga mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya.

Menurutnya, Iduladha menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial serta berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa inti utama dari ibadah kurban adalah keikhlasan.

“Tentunya dengan ikhlas hati. Ikhlas itu luar biasa. Kalau kita memiliki kelebihan, tentu kita bisa menyumbangkan untuk berkurban,” pungkasnya.