Tips Hindari Kebocoran Pengeluaran Saat Ramadan

Tidak disiplin menjalankan perencanaan keuangan bisa berakibat kondisi keuangan rawan bocor dan menimbulkan permasalahan keuangan selepas bulan puasa.

MENGATUR keuangan rumah tangga.(foto: digitalmama.id/ilustrasi)

SETIAP tahunnya umat Islam selalu bertemu dengan bulan Ramadan. Namun masih ada saja yang tidak disiplin menjalankan perencanaan keuangan. Akibatnya, kondisi keuangan rawan bocor dan menimbulkan permasalahan keuangan selepas bulan puasa.

Bagaimana mengelola keuangan saat Ramadan agar tidak boros? Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan saat Ramadan?

Berikut tips dari Perencana Keuangan sekaligus Head Advisory & Invesment Operation PINA Rista Zwestika, yang dilansir republika.co.id.

1. Anggaran buka puasa bersama di luar

Rista mengatakan, ada beberapa pengeluaran khas Ramadan, seperti buka puasa bersama, kumpul bersama teman lama atau keluarga, hingga mempersiapkan Hari Raya Idulfitri yang tentunya membutuhkan biaya lebih dari biasanya.

Dia pun menyarankan, untuk menyiapkan penganggaran setiap kali akan melakukan buka puasa bersama di luar rumah dalam sepekan.

"Karena kalau tidak dianggarkan, ini (buka puasa bersama) adalah penyebab kebocoran yang paling besar ada pada saat di bulan Ramadan," katanya.

2. Hitung rincian belanja dan jajan sepekan

Selain itu, penting juga untuk menghitung secara rinci berapa kali seseorang akan memasak di rumah dan membeli jajan di luar dalam sepekan. Memang, lanjut Rista, pada bulan Ramadan beberapa orang akan menerima tunjangan hari raya (THR) dan bonus tahun lalu secara bersamaan. Namun, perlu perencanaan yang matang agar pengeluaran tetap sesuai dengan anggaran.

 3. Siapkan anggaran mudik atau jalan-jalan

Setiap orang harus secara rinci menghitung berapa anggaran untuk mudik atau jalan-jalan ketika liburan. Bila perlu, ada anggaran yang juga disisihkan untuk biaya mudik tahun depan.

"Karena kita tidak tahu apakah tahun depan kita masih bisa dapat THR atau tidak," ujar Rista.

Bahkan, lanjut dia, biaya mudik sebaiknya dianggarkan dan dipersiapkan dengan menggunakan pendapatan tiap bulan daripada mengandalkan THR yang diterima. "Jadi ada atau tidak ada THR seharusnya bisa mudik, bisa Lebaran," ujar dia.

4. Belanja sesuai kebutuhan

Saat Ramadan diskon besar memang kerap menggoda. Rista mengingatkan agar berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan rencana yang sudah disusun. Biasakan mencatat pengeluaran harian agar membantu dan mengatur pengeluaran serta selalu disiplin terhadap rencana keuangan yang sudah disusun.

"Karena belanja baju baru atau belanja online bisa menjadi sumber kebocoran pengeluaran ketika Ramadan," kata Rista.

5. Sisihkan untuk tabungan

Perlu sekali memisahkan pengeluaran yang tidak ada atau tidak keluar saat bulan puasa sebagai tabungan. Misalnya, seperti pengeluaran makan siang dan jajan, atau kebutuhan lain yang tidak muncul saat menjalankan puasa. Selain dapat dimasukkan ke dalam pos tabungan, uang tersebut juga dapat dimasukkan ke dalam pos sedekah.

"Karena banyak orang yang memperbesar pos sedekah pada saat Ramadan," ujar Rista.  

6. THR untuk kebutuhan lain yang lebih penting

Tak hanya untuk keperluan Ramadan dan lebaran, banyak juga yang menggunakan THR untuk biaya masuk sekolah anak dan membayar berbagai kebutuhan pajak tahunan, mulai dari kendaraan hingga bangunan. Oleh sebab itu, penting juga untuk menyisihkan terlebih dahulu kebutuhan-kebutuhan tahunan tersebut sebelum memenuhi kebutuhan yang lain.

Masyarakat yang berencana mudik dengan kendaraan pribadi juga disarankan untuk memiliki asuransi kendaraan dan jiwa sebagai bagian dari proteksi diri.

"Harus bisa memilah mana yang harus dikeluarkan mana yang tidak kita keluarkan. Kemudian perbanyak pos untuk memperbesar dana darurat, menabung," ujar Rista.(*)