Tekan Stunting, Banjar Terima Bantuan Nutrisi untuk 25 Keluarga Rentan

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, Erny Wahdini, me

Kadinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Erny Wahdini, menerima bantuan nutrisi bagi keluarga berisiko stunting. Foto-Dinsos P3AP2KB Banjar

bakabar.com, BANJARMASIN - Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, Erny Wahdini, menerima bantuan nutrisi bagi keluarga berisiko stunting.

Bantuan itu ia terima dalam Rapat Koordinasi Daerah yang digelar Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kamis (5/3/2026).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh PT Midi Utama Indonesia Tbk sebagai bagian dari intervensi penurunan angka stunting di daerah. Program ini menyasar 25 keluarga berisiko stunting di Kabupaten Banjar.

Setiap keluarga akan menerima 60 butir telur per bulan selama enam bulan guna membantu pemenuhan gizi keluarga.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan, Farah Adiba, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta dalam mendukung upaya perbaikan gizi masyarakat.

“Ini bagian dari kerja sama pemerintah dan dunia usaha untuk menjaga kecukupan gizi, khususnya bagi keluarga yang masuk kategori rentan stunting,” kata Farah dikutip melalui akun resmi Dinsos P3AP2KB.

Dalam kegiatan itu, Erny Wahdini bersama kepala daerah dan pimpinan organisasi perangkat daerah terkait juga menandatangani komitmen bersama pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun Anggaran 2026 di Kalimantan Selatan.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Bappeda se-Kalimantan Selatan, Ketua Komisi IV DPRD, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, jajaran TP PKK, Baznas, serta perwakilan Kodim.

Melalui program ini, pemerintah daerah berharap upaya penurunan stunting dapat dilakukan secara terpadu melalui dukungan lintas sektor.