Target PAD Kebun Raya Banua 2026 Sebesar Rp1,5 Miliar

UPTD Kebun Raya Banua ditargetkan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,5 miliar pada tahun 2026.

Kebun Raya Banua ditarget sumbang PAD 2026 sebesar Rp1,5 miliar. Foto: bakabar.com/Hasan

bakabar.com, BANJARBARU - UPTD Kebun Raya Banua ditargetkan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,5 miliar hingga akhir 2026.

Target ini ditetapkan Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kalimantan Selatan, karena dinilai realistis dan dapat dicapai melalui strategi pengembangan kawasan dan optimalisasi pengelolaan yang tengah disiapkan.

"InsyaAllah kami optimistis bisa memenuhi target tersebut dengan beberapa catatan," jelas Plt Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah, Jumat (9/1).

Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah membuka akses Kebun Raya Banua secara lebih luas.

Pengelola berencana menghubungkan gerbang utama dengan gerbang utara guna meningkatkan mobilitas pengunjung sekaligus memperluas sebaran aktivitas di dalam kawasan.

"Area kebun raya akan menjadi lebih terbuka, karena gerbang utara dan gerbang utama akan memiliki line penghubung. Semoga hal ini dapat menambah jumlah pengunjung," paparnya.

Selain mendorong peningkatan jumlah kunjungan, UPTD Kebun Raya Banua juga memfokuskan pengembangan pada optimalisasi layanan reservasi.

Sejumlah lokasi baru direncanakan akan dibuka untuk menunjang berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari acara komunitas, edukasi hingga kegiatan berskala komersial.

"Tempat reservasi baru ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan dari sektor nontiket," timpal Herlina Sari, Kasi Pengembangan dan Pemanfaatan Kawasan Kebun Raya Banua.

Herlina menambahkan target PAD 2026 meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp1,2 miliar (target awal) dan Rp1,4 miliar (perubahan) dan terealisasi Rp1,27 miliar.

"Melalui pembukaan akses kawasan, diversifikasi layanan, serta pemanfaatan potensi pendapatan nontiket, kami yakin target kali ini bisa dicapai," tandas Herlina.