Tapin Maju Baiman Bersama Habib Husein Ja’far, Ribuan Warga Padati Rantau Baru

Ribuan warga memadati kawasan Rantau Baru, Tapin Utara, dalam gelaran Tapin Maju Baiman bersama ulama nasional Habib Husein Ja’far Al-Hadar.

Oleh Sandy
Habib Husein Ja’far Al-Hadar menghadiri Tapin Baiman rangkaian Hari Jadi Tapin Ke-60 di Rantau Baru. Foto: bakabar.com/Sandy

bakabar.com, RANTAU - Ribuan warga memadati kawasan Rantau Baru, Tapin Utara, dalam gelaran Tapin Maju Baiman bersama Habib Husein Ja’far Al-Hadar, Jumat (18/11) malam.

Acara ini menjadi salah satu rangkaian besar peringatan Hari Jadi Tapin ke-60. Kegiatan berlangsung meriah, meski sempat diguyur hujan.

Jamaah tetap bertahan hingga akhir acara yang dipenuhi tausiyah, zikir bersama, dan dialog keagamaan.

Habib Ja'far tiba sekitar pukul 20.45 Wita dan langsung menuju panggung utama dengan iringan syair Mahallul Qiyam.

Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Bupati H Yamani, serta mau'izhatil hasanah oleh Tuan Guru H. Ahmad Ridhani.

Ribuan jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara sebelum memasuki sesi inti ceramah bersama Habib Ja'far.

Dalam sesi tanya jawab, Habib Husein menjawab pertanyaan dari Muhammad Azhari yang menyinggung soal tekanan hidup dan kesehatan mental.

Habib menjelaskan bahwa Islam sejak lama memberi perhatian pada kesehatan jiwa.

"Rumah sakit jiwa pertama di dunia berdiri di Baghdad pada masa kekhalifahan. Artinya kesehatan mental adalah bagian dari ajaran Islam,” papar Habib Ja'far.

Ia menekankan bahwa luka mental lebih berbahaya daripada luka fisik karena bisa mendorong seseorang pada keputusan ekstrem.

Habib Ja'far mengatakan ketenangan mental berakar pada dzikir dan keyakinan bahwa Allah menjaga hamba-Nya lebih daripada manusia menjaga dirinya sendiri.

Beliau juga mengutip ungkapan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Aku senang ketika doa dikabulkan. Tapi lebih senang ketika tidak dikabulkan, karena berarti Allah memilihkan yang lebih baik.

Terkait gangguan mental, ia menegaskan pentingnya mendatangi psikolog atau psikiater.

"Islam memerintahkan kita bertanya kepada ahlinya," jelasnya.

Habib turut menyebut adanya layanan psikolog dan psikiater gratis melalui website Rumah Cahaya bagi masyarakat kurang mampu.

Pertanyaan kedua disampaikan oleh Ahmad Syarif Amrullah, mengenai cara memaknai cobaan sebagai bentuk kasih sayang Allah.

Habib menegaskan bahwa manusia tidak perlu bingung membedakan apakah yang datang itu nikmat, cobaan, atau azab.

"Kalau datang cobaan, hadapi. Kalau datang tantangan, hadapi. Kalau datang nikmat, syukuri," paparnya.

Menurutnya, sesuatu tampak buruk bukan karena kejadian itu sendiri, tetapi prasangka buruk manusia.

Segala ketetapan Allah, selalu mengandung kebaikan.

Habib Ja'far lalu memberi analogi tentang keikhlasan yang membuat jamaah tersenyum.

"Setiap orang sudah pernah ikhlas. Contohnya saat di WC, kita mengeluarkan sesuatu (kotoran) tanpa berharap pujian," ujarnya.

"Ikhlas adalah melakukan kebaikan tanpa berharap balasan selain ridha Allah, baik saat bersedekah, membantu sesama, berbagi ilmu, ataupun beribadah," jelas Habib Ja'far.

Kegiatan Tapin Baiman pun ditutup dengan doa bersama hingga sekitar pukul 23.30 Wita. PemkabTapin menyampaikan bahwa acara ini menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas masyarakat dalam rangka Hari Jadi Tapin ke-60.