Pemilu 2024

Survei LSI: Prabowo Subianto Puncaki Klasemen Capres 2024

Menteri Pertahanan RI yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memuncaki klasemen elektabilitas calon presiden yang bakal berlaga di Pilpres 2024.

Prabowo Subianto di acara HUT ke-25 PAN. (Foto: apahabar.com/Aditama)

apahabar.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan RI yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memuncaki klasemen elektabilitas calon presiden yang bakal berlaga di Pilpres 2024.

Hal ini merujuk pada hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Agustus 2023.

Prabowo dianggap unggul dalam survei jika responden diberikan pertanyaan 'Bila pemilihan presiden diadakan sekarang ini, siapa yang akan Bapak/Ibu pilih?', maka secara spontan nama Prabowo paling banyak dipilih.

Baca Juga: PAN Legowo jika Prabowo Tak Pilih Erick Thohir jadi Cawapres

“Prabowo pada Agustus ini, dukungannya 24,2 persen; Ganjar Pranowo 22,6 persen. Kalau ‘top of mind’. Baru diikuti Anies 16,4 persen,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, Rabu (30/8).

Kemudian, sejumlah nama lainnya menyusul Prabowo, Ganjar, dan Anies dalam kategori 'top of mind' capres. Misalnya, Ridwan Kamil dengan 0,9 persen, Erick Thohir 0,3 persen, dan Hary Tanoesoedibjo 0,3 persen.

“Nama-nama lain di bawah 5 persen atau malah di bawah 1 persen,” ujarnya.

Baca Juga: Lempar Guyonan Ganjar Pranowo, Prabowo: Kita Juga Punya Rambut Putih

Djayadi pun menjelaskan bahwa Prabowo, Ganjar, dan Anies sama-sama mengalami peningkatan dibandingkan survei LSI pada April 2023 untuk kategori yang sama.

“Dari segi ‘top of mind’, Prabowo meningkat, Ganjar juga meningkat, Anies juga meningkat. Cuma, kenaikan Anies lebih landai dibandingkan dengan Prabowo dan Ganjar,’ jelasnya.

Sebelumnya pada April 2023, Prabowo unggul dalam kategori ‘top of mind’, yakni dengan angka 18,3 persen. Disusul Ganjar 16,2 persen dan Anies 13,1 persen.

Survei LSI dilakukan pada 3–9 Agustus 2023 dengan responden sebanyak 1.220 yang dipilih secara multistage random sampling. Margin of error dari 1.220 responden tersebut sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (dengan asumsi simple random sampling).

Responden terpilih diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor, dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check); tidak ditemukan kesalahan berarti dari quality control tersebut.