SMKN PP Pelaihari Kukuhkan 92 Alumni, Bupati Dorong Generasi Pertanian Melek Teknologi

Pengukuhan dan Pelepasan Alumni Angkatan ke-42 SMK Negeri Pertanian Pembangunan (SMKN PP) Pelaihari.

SMKN PP Pelaihari kukuhkan 92 Alumni, Bupati dorong generasi pertanian melek teknologi. Foto: Humas

bakabar.com, PELAIHARI - Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, menghadiri Pengukuhan dan Pelepasan Alumni Angkatan ke-42 SMK Negeri Pertanian Pembangunan (SMKN PP) Pelaihari Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di aula sekolah setempat, Rabu (13/5/2026).

Sebelum memasuki aula kegiatan, Rahmat Trianto bersama rombongan terlebih dahulu meninjau sejumlah fasilitas dan bangunan di lingkungan sekolah.

Ia juga menyambangi stan pameran produk serta inovasi hasil karya siswa SMKN PP Pelaihari dan berinteraksi langsung dengan para siswa penjaga stan.

Sebanyak 92 siswa SMKN PP Pelaihari dinyatakan lulus pada Tahun Ajaran 2025/2026 dan resmi dikukuhkan sebagai alumni Angkatan ke-42.

Kepala SMKN PP Pelaihari, Hariyatun, S.Pt., M.Pd., menyampaikan harapannya agar para lulusan siap berkiprah di dunia pertanian dan peternakan, khususnya di Kalimantan Selatan dan Kabupaten Tanah Laut.

Menurutnya, bekal ilmu yang diperoleh selama tiga tahun menempuh pendidikan di sekolah tersebut harus diiringi dengan karakter kuat dalam menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

“Ilmu teknis saja mungkin tidak cukup untuk mencapai kesuksesan di dunia kerja dan masyarakat nanti. Kalian perlu memiliki karakter pantang menyerah, disiplin, dan berintegritas,” pesannya.

Sementara itu, Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, menegaskan bahwa kedisiplinan menjadi salah satu kunci utama dalam meraih keberhasilan. Ia mengapresiasi perjuangan para siswa selama menempuh pendidikan di SMKN PP Pelaihari.

“Segala sesuatu yang ditempa dengan disiplin, insyaallah akan membuahkan hasil yang baik. Kalian sudah memilih sekolah berbasis pertanian dan peternakan, maka perjuangkan pilihan itu dengan semangat dan kerja keras,” ujar Rahmat.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar mampu menyaring informasi di era digital dan tidak mudah terpengaruh berita hoaks.

“Di era digital sekarang, kalian harus pintar memilah informasi. Jangan mudah percaya berita yang belum jelas kebenarannya, dan teruslah belajar mengikuti perkembangan teknologi, terutama di bidang pertanian dan peternakan,” tuntasnya.