Serangan Gabungan AS–Israel Guncang Iran, 57 Siswi Tewas di Sekolah Minab

Presiden Donald Trump berdalih operasi militer tersebut bertujuan menghilangkan ancaman terhadap rakyat Amerika dari rezim Iran.

SERANGAN militer gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke berbagai wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.(Foto: AFP)

bakabar.com, TEHERAN – Serangan militer gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel mengguncang berbagai wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Lebih dari 20 dari total 31 provinsi dilaporkan terdampak, termasuk ibu kota Teheran dan wilayah selatan negara itu.

Informasi tersebut disampaikan Bulan Sabit Merah Iran (IRCS). Juru bicara layanan penyelamatan nasional Mojtaba Khaledi mengatakan hingga kini lebih dari 20 provinsi telah terkena dampak serangan.

Ledakan terdengar dan terlihat di berbagai titik Teheran. Kantor berita semi-resmi Fars News Agency melaporkan sejumlah rudal menghantam University Street dan kawasan Jomhouri. Media lain seperti Tasnim News Agency juga mengabarkan ledakan di wilayah Seyyed Khandan, Teheran utara, serta provinsi Ilam di barat Iran.

Sekolah Putri Jadi Sasaran
Korban jiwa terbesar dilaporkan terjadi di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Kantor berita pemerintah Islamic Republic News Agency (IRNA) menyebut sedikitnya 57 siswi tewas dan sekitar 60 lainnya luka-luka akibat serangan udara yang menghantam Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh.

Saat serangan terjadi, sekitar 170 siswi berusia tujuh hingga 12 tahun tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar. Gubernur Minab, Mohammad Radmehr, mengonfirmasi sekolah tersebut diserang secara langsung dan menyebut puluhan siswa sempat tertimbun reruntuhan. Operasi penyelamatan masih berlangsung beberapa jam setelah kejadian.

Laporan awal dari Tasnim sebelumnya menyebut jumlah korban tewas lebih dari 20 orang, namun angka tersebut terus bertambah seiring proses evakuasi. Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan warga setempat menggali puing bangunan untuk menyelamatkan korban yang terjebak.

Beberapa laporan menyebut lokasi sekolah berada di sekitar fasilitas militer Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang diduga menjadi target utama serangan.

Klaim dan Alasan Serangan
Presiden Donald Trump berdalih operasi militer tersebut bertujuan menghilangkan ancaman terhadap rakyat Amerika dari rezim Iran.

“Militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata,” ujarnya.

Senada, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengklaim serangan dilakukan untuk “menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel.”

Dua pejabat AS yang berbicara kepada media Amerika menyebut Israel menargetkan para pemimpin Iran, sementara AS fokus pada fasilitas rudal balistik dan program nuklir Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, Washington dilaporkan telah mengerahkan kapal induk, jet tempur, kapal perusak berpeluru kendali, serta armada militer lainnya ke kawasan Timur Tengah.

Iran Balas Serangan
Tak lama setelah serangan berlangsung, Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran menggunakan rudal balistik dan drone. Targetnya mencakup wilayah utara Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Korps Garda Revolusi Islam menyatakan telah menargetkan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, pangkalan militer AS di Qatar dan Uni Emirat Arab, serta sejumlah pusat militer dan keamanan lainnya.

Ledakan dilaporkan terdengar di beberapa negara kawasan, termasuk di Abu Dhabi dan Riyadh. Kuwait menyatakan berhasil mencegat sejumlah rudal yang diarahkan ke Pangkalan Udara Ali al-Salem. Yordania dan Qatar juga melaporkan pencegatan rudal Iran.

Pejabat AS mengatakan tidak ada korban jiwa dari serangan balasan terhadap fasilitas militer Amerika, meski dilaporkan terdapat kerusakan infrastruktur di Bahrain.

Kedutaan Besar AS di Yerusalem meminta seluruh pegawai pemerintah dan keluarga mereka untuk berlindung di tempat aman hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Ancaman Eskalasi Regional
Serangan dan serangan balasan ini memicu kekhawatiran luas akan pecahnya konflik terbuka skala besar di Timur Tengah. Sebelum serangan terjadi, Iran telah memperingatkan akan membalas setiap tindakan militer yang menyasar wilayahnya, termasuk dengan menargetkan Israel serta pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan.

Dengan korban sipil yang terus bertambah dan operasi militer yang meluas lintas negara, situasi di kawasan kini berada dalam ketegangan tinggi dan berpotensi menyeret Timur Tengah ke dalam konflik berkepanjangan.tpo/cnn/rep