Sepanjang 2025, Penanganan Kebakaran dan Penyelamatan di Kalsel Meningkat

Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kalimantan Selatan mencatat jumlah penanganan kebakaran dan kegiatan penyelamatan sepanjang 2025.

Peningkatan jumlah penanganan kebakaran dan penyelamatan selama 2025. Foto: Satpol PP dan Damkar Kalsel

bakabar.com, BANJARBARU - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kalimantan Selatan mencatat jumlah penanganan kebakaran dan kegiatan penyelamatan sepanjang 2025.

Dibanding kejadian 2024, tercatat peningkatan penanganan kebakaran dan penyelamatan sepanjang 2025.

Berdasarkan rekapitulasi data dari 13 kabupaten dan kota, total penanganan kebakaran mencapai 704 kejadian. Angka ini meningkat tipis dibandingkan catatan 2024 sebanyak 693 kejadian.

Adapun peningkatan signifikan terjadi di sektor penyelamatan. Kalau 2024 tercatat 3.185 kejadian, maka hingga akhir 2025 melonjak menjadi 6.043 kejadian.

"Hal ini menunjukkan peran kami tidak hanya fokus kepada pemadaman kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan di masyarakat," papar Kabid Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP Kalsel, Maulana Fatahillah.

Beberapa daerah dengan jumlah penanganan kebakaran tertinggi adalah Banjarmasin sebanyak 128 kejadian, Tanah Laut 93 kejadian, dan Hulu Sungai Selatan 66 kejadian.

Sedangkan kejadian penyelamatan, Banjar mencatat angka tertinggi dengan 1.347 kejadian, disusul Banjarmasin sebanyak 1.299 kejadian dan Tanah Laut 558 kejadian.

Adapun di tingkat provinsi, Satpol PP dan Damkar mencatat 65 kejadian kebakaran dan 319 kegiatan penyelamatan. ini juga mengalami peningkatan dibandingkan 2024 yang hanya 63 kejadian kebakaran dan 150 kegiatan penyelamatan.

"Peningkatan angka penyelamatan tidak selalu berarti kondisi memburuk, melainkan juga mencerminkan peningkatan respons dan kepercayaan masyarakat dalam melaporkan berbagai kondisi darurat," klaim Maulana.

"Kami terus mengoptimalkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana. Termasuk mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kebakaran akibat kelalaian maupun faktor teknis lain," tandasnya.