Hot Borneo

Selain Covid-19 Banjarmasin Wanti-wanti Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan!

apahabar.com, BANJARMASIN – Belum reda badai Covid-19, Banjarmasin kembali dihantui virus baru. Namanya penyakit mulut dan…

Petugas memeriksa hewan ternak akan virus PMK di Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Belum reda badai Covid-19, Banjarmasin kembali dihantui virus baru.

Namanya penyakit mulut dan kuku (PMK) alias Foot and Mouth Disease.

Beda dengan corona, virus ini menyerang hewan berkaki empat seperti sapi dan kambing.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan (DKP3) Banjarmasin, Muhammad Mahmud mengaku telah meninjau kesehatan hewan ternak di Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih.

Beruntung, sebanyak 50 sapi dan 50 kambing di sana dinyatakan sehat dan bebas dari virus tersebut.

"Tidak ditemukan secara klinis ada gejala terinfeksi penyakit mulut dan kuku pada sapi dan kambing," ucap Muhammad Mahmud, Senin (9/5).

Ia mengatakan lebih selektif mengawasi kesehatan hewan ternak, terutama menjelang Iduladha.

"Apalagi hewan ternak dari Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Barat (NTB)," katanya.

Apabila ditemukan hewan ternak terjangkit PMK, maka akan diisolasi mandiri dengan pengobatan khusus.

"Sekitar sebulan, tergantung daya tahan tubuh dan makanan yang dikonsumsinya. Jika sudah sembuh, maka langsung disembelih," jelasnya.

Ia mengungkapkan, telah mendapat instruksi dari Pemprov Kalsel untuk mewaspadai virus PMK.

Bahkan Satuan Tugas (Satgas) virus PMK sudah terbentuk, serta diketuai langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel.

"Seluruh kepala dinas yang menangani peternakan di kabupaten/kota sebagai anggotanya," bebernya.

Saking seriusnya, sambung dia, setiap tempat pemotongan hewan atau karantina wajib dilakukan sterilisasi sekitar 3 hari atau 1 minggu sekali.

Menurutnya, langkah tersebut wajar dilakukan karena virus PMK sangat ditakuti pemerintah.

Terlebih, virus PMK pernah meledak sekira tahun 1980-an dan sekarang terjadi lagi.

"Tapi tidak membahayakan manusia, karena yang terjangkit hanya hewan ternak," pungkasnya.