Investasi Pabrik Baterai

Segera! RI-China Bakal Bangun Pabrik Baterai EV di Indonesia

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengungkapkan kesepakatan proyek kerja sama pengembangan pabrik baterai kendaraan listrik bersama perusahaan asal China yakni CATL

Aktivitas bongkar muat nikel di areal pabrik smelter milik PT Antam di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara. Foto: ANTARA

apahabar.com, JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk mengungkapkan kesepakatan proyek kerja sama pengembangan pabrik baterai kendaraan listrik bersama perusahaan asal China yakni CATL ditargetkan bisa terlaksana pada 10 Desember 2023 mendatang.

"Nanti kan ada penandatangan Joint Venture, ada saksi, setelah itu baru efektif. Tanda tangan tanggal 10 Desember," ungkap Direktur Pengembangan Usaha Antam I Dewa Wirantaya Gedung DPR RI, Senin (27/11).

Proyek kerja sama ini ditargetkan memiliki kapasitas pabrik baterai yang akan terbangun yakni mencapai 15 Giga Watt (GW) pada 2027 mendatang. Proyek ini digadang-gadang membutuhkan investasi sebesar US$ 12 miliar atau setara Rp 183 triliun.

Baca Juga: OJK Luncurkan Peta Jalan Tingkatkan Daya Saing Bank Syariah

Baca Juga: Indonesia Diprediksi Jadi Raksasa Baterai Kendaraan Lisrik di 2034

Meski demikian, dia mengatakan bahwa produksi baterai kendaraan listrik di Indonesia juga harus diimbangi dari sisi penyerapan di dalam negeri.

"Tapi tentunya harus ikut juga pengembangan pasarnya. Artinya kendaraan roda empat dan roda duanya harus ada dulu di Indonesia," tandas dia.

Penting untuk tahu, saat ini pihaknya bersama CATL masih melakukan beberapa proses penyelesaian terkait pemenuhan conditional precedent, divestasi PT Sumber Daya Arindo (SDA), dan serangkaian kerja sama dari hulu hingga hilir.

"PT SDA sendiri menjadi entitas anak usaha ANTAM yang melakukan aktivitas pertambangan bijih nikel," terang dia.