Skandal Tambang Ilegal

Sandiaga Uno Minta Kerusakan Pantai Bunati dan Jalan Km 171 Dilaporkan!

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta warga Kalimantan Selatan melaporkan kerusakan Pantai Bunati dan tragedi KM

Lubang tambang 'menghiasi' lokasi pantai wisata Bunati, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

apahabar.com, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta warga Kalimantan Selatan melaporkan kerusakan Pantai Bunati dan tragedi Km 171 yang digerus aktivitas pertambangan.

Sebab sektor pariwisata di Kalimantan Selatan terancam di ambang pilu jika tak ditopang dengan perbaikan infrastruktur yang memadai.

Terutama Pantai Bunati yang tergolong zonasi pengembangan terumbu karang di Tanah Bumbu, Kalsel mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan ilegal. Maka ia meminta laporan lengkap warga tentang kerusakan Pantai Bunati.

Baca Juga: Senayan Ompong soal Tragedi Km 171 Tanah Bumbu

"Silakan disampaikan secara detail ke kami, dan semua kegiatan yang menopang kebangkitan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan itu akan kami utamakan sehingga kelestarian lingkungannya akan menjadi poin utama," kata Sandiaga di Jakarta, Selasa (30/5) kemarin.

Kerusakan jalan nasional Km 171 sampai saat ini belum terlihat ada tanda perbaikan. Foto: Kisworo untuk apahabar.com

Selain kerusakan Pantai Bunati, Sandiaga juga meminta warga untuk melaporkan kerusakan jalan nasional KM 171 Tanah Bumbu yang longsor akibat aktivitas tambang yang masif.

"Juga mengenai infrastruktur yang menghubungkan destinasi-destinasi wisata mohon dilaporkan," ujarnya.

Baca Juga: Reaksi Kabareskrim Usai Garong Tambang Beraksi Lagi di Pantai Bunati

Sandiaga menekankan terkait kerusakan jalan, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 32 tentang pembiayaan jalan-jalan di daerah. Maka kehancuran infrastruktur dapat ditambal dengan biaya dari pemerintah pusat.

"Kita sudah memiliki Inpres nomor 32 untuk membiayai pembangunan jalan-jalan di daerah dalam rangka menghubungkan sentra-sentra ekonomi kreatif dan destinasi wisata," pungkasnya.