GOTF 2023

Rute Internasional yang Sempat Ditutup, Garuda: Kembali Diaktifkan

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mengaktifkan kembali sejumlah rute internasional yang sebelumnya sempat ditutup karena pandemi COVID-19.

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia resmi mengoperasikan penerbangan internasional langsung rute Singapura-Surabaya pp (pergi pulang) per hari ini, Minggu (26/3). Foto: garuda-indonesia.com

apahabar.com, JAKARTA - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mengaktifkan kembali sejumlah rute internasional yang sebelumnya sempat ditutup karena pandemi COVID-19.

“Saat ini kami masih ke negara yang sebelumnya ada, jadi cuma mengaktifkan kembali,” kata Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia Ade R Susardi di sela pelaksanaan Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) 2023 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (18/7).

Rute internasional itu misalnya negara Australia yang masih dilayani menuju kota Melbourne dan Sydney. Sedangkan rute Perth yang sebelumnya sempat ditutup, kini kembali dilayani namun oleh anak usahanya, Citilink.

Rute lainnya yakni di Jepang, kata dia, masih tetap dilayani untuk tujuan Tokyo, sedangkan kota lain seperti Osaka sudah ditutup. “Kami tidak terbang ke Osaka sekarang tapi sekarang ini masih terbang di Tokyo,” imbuhnya.

Baca Juga: Hidupkan Sektor Pariwisata, Garuda Indonesia Gelar 'SOTF'

Dia menjelaskan pengaktifan kembali sejumlah rute itu mencermati permintaan yang mulai tumbuh seiring dibukanya kembali pembatasan di sejumlah negara setelah pandemi COVID-19.

Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia Ade R Susardi saat diwawancarai awak media di sela pelaksanaan Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) 2023 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (18/7/2023). Foto: ANTARA

Sedangkan rencana penambahan rute internasional, kata dia, masih akan dipertimbangkan perusahaan BUMN itu mencermati permintaan pasar. Rute lain misalnya di China, kata dia, saat ini sudah dibuka menuju kota Guangzhou.

Sedangkan rute kota lainnya, imbuh dia, di antaranya Shanghai dan Beijing masih belum rutin beroperasi.

“Untuk rute sudah sudah kecuali negara seperti China baru buka Guangzhou, Hong Kong. Shanghai belum rutin, Beijing juga belum, kami terbang harus profit,” katanya.

Baca Juga: Kinerja Positif, Garuda Indonesia Tambah 5 Pesawat Boeing 737

Ia mencatat pertumbuhan penumpang rata-rata per bulan baik rute domestik dan internasional mencapai sekitar 600 orang atau naik drastis di luar penerbangan untuk penumpang haji yang mencapai sekitar 100 ribu orang.

Pencapaian itu lebih baik dibandingkan ketika pandemi COVID-19 mencapai sekitar 30 ribu per bulan.

Meski ada perubahan positif, namun capaian saat ini masih belum melampaui realisasi saat sebelum pandemi COVID-19 yang per bulan rata-rata mencapai sekitar satu juta orang.

Bali sendiri merupakan pasar gemuk Garuda dengan rata-rata per hari penerbangan dari Jakarta mencapai 9-10 kali sehari saat akhir pekan atau sekitar 156 kali per minggu.

Baca Juga: Menteri BUMN: Garuda Indonesia Difokuskan Layani Penerbangan Domestik

Frekuensi penerbangan itu belum termasuk rute internasional dari Bali menuju sejumlah kota di dunia di antaranya Sydney, Melbourne, Narita Jepang, dan Incheon, Korea Selatan.

“Ini akan kami tambah misalnya Kuala Lumpur, Singapura, akan kami tambah terus untuk mendatangkan wisata asing ke Bali,” katanya.