Rumah Anggota DPR Ahmad Sahroni Digeruduk dan Dijarah Massa

Semakin sore, tanpa tahu apa pemicunya, sejumlah orang masuk ke rumah Sahroni yang tampaknya tak berpenghuni.

RUMAH anggota DPR Ahmad Sahroni di Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, geruduk dan dijarah massa pada Sabtu (30/8) sore.(Foto: CNNIndonesia.com)

bakabar.com, JAKARTA -- Rumah anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni di Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, geruduk dan dijarah massa pada Sabtu (30/8) sore.

Massa yang berjumlah ratusan orang mulai berdatangan sekitar pukul 15.00 WIB. Awalnya, aksi masa di depan rumah berlantai empat yang dilindung pagar tembok tinggi itu berjalan damai dan baik-baik saja.

Mereka hanya berteriak dan menuntut Sahroni meminta maaf, buntut pernyataannya yang menyebut rakyat yang menuntut DPR dibubarkan sebagai orang tolol. Sahroni dan keluarga tak berada di rumah itu.

Semakin sore, tanpa tahu apa pemicunya, sejumlah orang masuk ke rumah Sahroni yang tampaknya tak berpenghuni. Mereka berhasil menjebol pintu pagar dan menyerbu ke dalam rumah ‘Crazy Rich’ Tanjung Priok yang berisi barang mewah itu. Beberapa orang memukuli sebuah mobil yang terparkir di garasi rumah itu hingga penyok dan kacanya pecah.  

Beberapa di antara mereka yang berada di luar rumah juga melempari rumah Sahroni dengan batu dan kayu. Ada pula yang mematahkan CCTV.


Sejumlah massa yang masuk melakukan penjarahan barang-barang dari rumah Sahroni. Ada yang mengambil pecahan dolar Singapura dengan nominal 1000 dan kemudian membagi-bagikannya ke orang yang di luar.

Ada juga yang membawa uang pecahan dolar AS dengan nominal 100 dan membagikan ke massa yang datang. Ada yang mengangkut patung ‘Iron Man’, koper dan barang elektronik.

Tidak terlihat satu orang petugas kepolisian pun yang berjaga di rumah mewah yang berada di dalam gang itu. Dalam waktu tak lama seisi rumah anggota DPR yang baru dicopot dari jabatan wakil ketua Komisi III itu porak poranda.

Beberapa orang yang tampaknya tokoh masyarakat membujuk warga untuk keluar dari rumah Sahroni.  ‘’Ayo bubar..bubar. Sudah cukup. Istigfar..istigfar,’’ kata seorang warga.

Ahmad Sahroni menjadi sasaran kemarahan masyarakat setelah dia merespons kritik rakyat terhadap kinerja anggota DPR, yang mendapat tunjangan rumah Rp50 juta per bulan dan tunjangan-tunjangan lain. Dia mencela suara-suara rakyat yang menuntut DPR dibubarkan.


Sahroni mengatakan, tak masalah jika anggota DPR dikritik dan dicaci maki sekali pun. Namun desakan agar DPR dibubarkan, menurut dia, merupakan sikap yang keliru. Bahkan, dia menyebut pandangan tersebut sebagai mental orang tolol.

"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," ujar Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025) lalu.(*)