bakabar.com, MARABAHAN - Akses layanan kesehatan untuk pasien gagal ginjal di Barito Kuala (Batola) semakin dipermudah.
RSUD H Abdul Aziz Marabahan kini telah memiliki instalasi dialisis yang resmi beroperasi untuk melayani tindakan cuci darah tanpa harus merujuk pasien ke luar daerah.
Peresmian dilakukan Bupati H Bahrul Ilmi, Senin (20/7), didampingi Wakil Bupati H Herman Susilo, Ketua DPRD Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) H Zulkipli Yadi Noor, dan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
"Kehadiran instalasi dialisis menjadi langkah penting dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Bumi Selidah," ungkap Maulida Fathia selaku Direktur RSUD H Abdul Aziz.
"Selain mempercepat akses pelayanan, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu mengurangi beban fisik, waktu, maupun biaya perjalanan, khususnya pasien yang tinggal jauh dari rumah sakit tipe A di Banjarmasin," sambungnya.
Keberadaan instalasi dialisis juga semakin memperkuat posisi RSUD H Abdul Aziz sebagai rumah sakit rujukan yang terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
"Pengadaan instalasi dialisis tidak membutuhkan waktu yang sebentar. Diawali dengan pembangunan ruangan mulai 2024, dilanjutkan pelatihan dokter dan tenaga medis," beber Maulida.
"Selanjutnya verifikasi dokumen dan visitasi dari Kementerian Kesehatan terkait izin operasional hingga kredensialing BPJS Kesehatan," sambungnya.
Sementara Kepala Instalasi Dialisis RSUD H Abdul Aziz Marabahan, dr H Fathurrahman, menambahkan tersedia 5 unit alat cuci darah atau mesin hemodialisis. Namun hanya 4 yang disiagakan di tempat.
"Kalau pasien penuh, direncanakan pelayanan dibagi menjadi shift pagi dan siang dengan masing-masing 4 pasien," jelas Fathurrahman.
"Biasanya setiap pasien melakukan perawatan dua kali seminggu setiap Senin dan Kamis, Selasa dan Jumat, atau Rabu dan Sabtu," imbuhnya.
Sebelumnya RSUD H Abdul Aziz memiliki beragam layanan poliklinik spesialis seperti poli umum, poli mata, poli bedah, poli rehabilitasi medik, poli anak, poli kulit dan kelamin, poli kandungan, dan poli penyakit dalam.
Kemudian berbagai layanan medik dan penunjang medik juga telah tersedia. Di antaranya Intensive Cardiac Care Unit (ICCU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), laboratorium patologi klinik dan patologi anatomi, dan instalasi radiologi.
Keberadaan layanan dialisis juga diharapkan dapat meningkatkan angka keberlangsungan terapi pasien gagal ginjal.
Terlebih kemudahan akses menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisis secara rutin sesuai jadwal.
Pasien umumnya harus menjalani tindakan tersebut secara rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan, sehingga keberadaan layanan di daerah menjadi kebutuhan vital.