Reuni Akbar MTsN 1 Kotim: Merajut Kenangan, Menguatkan Jejak Generasi

Reuni akbar lintas angkatan MTsN 1 Kotim, menjadi ajang pertama kali yang digelar sekolah tersebut sebagai ajang merajut talisilaturahmi antar alumi.

oleh ilham
Kebersamaan para peserta Reuni Akbar lintas angkatan MTsN 1 Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, tahun 2026. Yang digelar di Atlas Caffe, di jalan S Parman Sampit. Sabtu (4/4/2025). Foto: bakabar.com/Ilhamsyah Hadi

bakabar.com, SAMPIT - Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengawali suasana khidmat dalam Reuni Akbar lintas angkatan MTsN 1 Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, tahun 2026, Sabtu (4/4/2026).

Dari alumni angkatan 1980 hingga 2025, ratusan wajah dari berbagai generasi berkumpul, menyatu dalam satu ikatan yang tak lekang oleh waktu. 

Di balik gemuruh tepuk tangan dan tawa yang pecah di berbagai sudut acara, terselip cerita panjang perjalanan sebuah institusi pendidikan yang telah melahirkan banyak generasi, dari mereka yang dulu duduk di bangku kayu sederhana hingga kini menjadi tokoh masyarakat, pejabat publik, hingga generasi muda yang tengah merintis masa depan.

Ketua Panitia, Muhammad Mustofa, dalam laporannya menyampaikan bahwa reuni ini bukan sekadar ajang temu kangen. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan lintas generasi, sekaligus mengenang masa-masa indah di bangku sekolah.

“Alhamdulillah, yang hadir mencapai 258 alumni, melampaui target awal 200 peserta. Ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional kita sebagai keluarga besar MTsN 1 Kotim,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia serta dukungan para donatur dari berbagai angkatan yang turut menyukseskan acara tersebut. Di tengah keterbatasan, semangat kebersamaan menjadi kunci utama terselenggaranya reuni perdana lintas angkatan ini.

Suasana semakin hidup saat para alumni saling bertukar cerita. Ada yang mengenang masa-masa belajar di ruang kelas dengan fasilitas terbatas, ada pula yang tertawa mengingat kenakalan remaja yang kini justru menjadi kenangan manis.

Salah satu alumni senior, Sudarsono anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus mantan Bupati Seruyan membawa peserta kembali ke masa lalu. Ia mengisahkan bagaimana kondisi sekolah di era 1980 an yang masih sederhana, dengan bangunan kayu dan akses jalan yang belum memadai.

“Dulu sekolah kita masih sangat sederhana. Tapi dari tempat sederhana itulah lahir banyak orang hebat. Itu bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk sukses,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai salah satu kunci keberkahan hidup. Bahkan, menurutnya, reuni seperti ini bukan hanya memperpanjang usia secara makna spiritual, tetapi juga membuka peluang kolaborasi di masa depan.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, Sudarsono turut menyerahkan buku karyanya kepada pihak sekolah untuk menambah koleksi perpustakaan. Ia berharap generasi muda dapat belajar dari sejarah dan perjalanan hidup yang tertuang dalam buku tersebut.

Dari sisi generasi muda, semangat yang sama juga terasa. Modika Latifah Munawarah, alumni tahun 2011 yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Kotim, mengaku bangga bisa terlibat dalam reuni lintas angkatan tersebut.

“Ini pengalaman luar biasa. Kita jadi tahu bahwa alumni MTsN 1 Kotim tersebar di berbagai bidang dan banyak yang sukses. Ini menjadi motivasi bagi kami yang muda,” katanya.

Ia berharap ke depan reuni dapat dilaksanakan secara berkala, bahkan mungkin per lima atau sepuluh tahun per angkatan, agar jangkauan peserta semakin luas dan komunikasi antaralumni semakin intens.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Kotim, M Rusidi, menyambut hangat terselenggaranya reuni akbar pertama ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi cermin keberhasilan pendidikan yang telah diberikan oleh para guru.

“Ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di MTsN 1 Kotim mampu melahirkan generasi yang berhasil di berbagai bidang. Kami sangat bangga,” ujarnya.

Lebih dari sekadar nostalgia, reuni ini menghadirkan pelajaran penting, bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang membangun karakter, relasi, dan mimpi.

Di tengah perkembangan zaman yang terus bergerak cepat, kebersamaan lintas generasi seperti ini menjadi pengingat bahwa akar pendidikan dan nilai-nilai kebersamaan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan.