Ratusan Kilometer Jalan Perlu Perbaikan, PUPR Batola Buka Peluang Inovasi dan Rekrutmen Ahli

Persoalan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar untuk Pemkab Barito Kuala (Batola).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Batola, Akhdiyat Sabari, dalam apel rutin di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Batola, Senin (13/4). Foto: Diskominfo Batola

bakabar.com, MARABAHAN – Persoalan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar untuk Pemkab Barito Kuala (Batola).

Dari total sekitar 750 kilometer jalan yang menjadi kewenangan daerah, lebih dari setengahnya atau sekitar 560 kilometer masih berstatus belum mantap.

“Kurang lebih 560 kilometer jalan yang belum bisa ditangani dengan baik," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Batola, Akhdiyat Sabari, dalam apel rutin di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Batola, Senin (13/4).

"Tentunya kekurangan tersebut menjadi perhatian serius, karena kualitas infrastruktur akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan yang bagus idealnya mampu mendukung mobilitas dengan kecepatan minimal 60 kilometer per jam," sambungnya.

Akhdiyat menjelaskan ketika target 560 kilometer tersebut masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), hal ini menjadi hipotesis yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas sebagai antitesis.

“Jika dua parameter tersebut digabungkan, maka terjadi intermati perbolik. Titik pertemuan antara kualitas dan panjang jalan yang bisa ditangani dengan dasar garis X berupa biaya," jelas Akhdiyat.

"Inilah yang memicu inovasi. Bupati Batola juga memberikan pertimbangan untuk menggunakan galam kacapuri sebagai upaya menghubungkan garis tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Akhdiyat mengapresiasi arahan pimpinan dan membuka peluang diskusi pihak-pihak yang memiliki kemampuan untuk menerjemahkan inovasi tersebut, termasuk kolaborasi dengan Bapperida.

Selain inovasi teknis, Dinas PUPR juga menyoroti kebutuhan sumber daya manusia mumpuni. Salah satu kebutuhan mendesak adalah ahli hukum kontrak.

“Kami sampai sekarang ini belum memiliki ahli hukum kontrak. Makanya kami membuka peluang kepada siapapun yang berminat bekerja di bidang infrastruktur untuk direkrut dan dilatih," beber Akhdiyat.

"Lulusan sarjana hukum maupun sarjana ekonomi bisa bergabung jika berminat membuka cakrawala kerja yang lebih menantang," tambahnya.

Dinas PUPR Batola pun masih memerlukan banyak tenaga ahli di bidang konstruksi sipil, khususnya spesialisasi jalan, jembatan dan bangunan.

“Kami juga membuka peluang kepada yang memiliki latar belakang teknik sipil kering maupun basah. Mudah-mudahan bisa bergabung bersama kami di Dinas PUPR,” pungkas Akhdiyat.