bakabar.com, RANTAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tapin meminta masyarakat tidak panik menyikapi isu penyakit yang populer disebut superflu. Penyakit ini tidak berbahaya dan memiliki gejala yang hampir sama dengan flu biasa.
Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Noor Ifansyah, menjelaskan bahwa istilah superflu hanya sebutan populer di media untuk varian baru virus influenza yang dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti H3N2.
“Sebetulnya ini hanya penamaan varian virus influenza. Namun secara klinis, gejala sama seperti flu biasa. Namun memang dalam beberapa kasus, masa penyembuhan bisa sedikit lebih lama,” papar Noor Ifansyah, Senin (5/1).
Adapun pemantauan dan pengambilan sampel virus influenza dilakukan secara berkala di tingkat provinsi. Khusus Kalimantan Selatan, pengambilan sampel hanya dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan tertentu seperti Banjarmasin, bukan di seluruh kabupaten/kota.
“Dari pemeriksaan sampel itulah terdeteksi varian baru influenza, sehingga kemudian disebutkan Kalsel memiliki varian tersebut. Sementara di Tapin tidak terdeteksi khusus, karena memang tidak dilakukan pengambilan sampel,” tulas Noor Ifansyah.
Meski demikian, kasus influenza yang ditemukan di masyarakat Tapin tergolong ringan dan tidak menunjukkan gejala yang membahayakan.
“Kalau masyarakat datang berobat, rata-rata mengeluhkan flu biasa. Namun secara klinis, varian tidak bisa langsung dibedakan karena memiliki gejala yang sama,” beber Noor Ifansyah.
Terkait ciri-ciri penyakit, Dinkes Tapin menyebut tidak terdapat perbedaan mencolok dengan flu umumnya, seperti demam, pilek, batuk, dan badan terasa tidak enak.
“Cara penularan juga sama seperti flu biasa. Bisa melalui kontak dekat, tidak menggunakan masker, atau saat daya tahan tubuh sedang menurun,” tambah Noor Ifansyah.
Sementara untuk pencegahan, Dinkes Tapin mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup sehat.
“Ini bukan penyakit berbahaya. Namun informasi yang berkembang luas di media sosial, sehingga terkesan menakutkan. Prinsipnya ini flu biasa dengan varian virus yang berbeda,” pungkas Noor Ifansyah.