PTAM Intan Banjar Diguncang Dugaan Nepotisme, Benarkah Ada Karyawan Titipan?

PT. Air Minum Intan Banjar diguncang isu dugaan nepotisme. Kabarnya, karyawan yang masuk di perusahaan tersebut merupakan titipan pejabat daerah setempat. 

Tarif langganan PT Air Minum Intan Banjar naik. Foto-PTAM Intan Banjar 

apahabar.com, BANJARBARU - PT. Air Minum Intan Banjar diguncang isu dugaan nepotisme. Kabarnya, karyawan yang masuk di perusahaan tersebut merupakan titipan pejabat daerah setempat. 

Bahkan, narasumber yang namanya enggan dipublikasikan menyebut ada banyak karyawan di PTAM Intan Banjar yang masih bertalian keluarga dengan pejabat pemerintah daerah.

“Ini sudah jadi isu hangat di kalangan internal pegawai,” ungkap salah satu narasumber yang ditemui media ini, Rabu (22/11).

Narasumber lainnya juga menyampaikan kabar yang kurang lebih sama. Dia menyebut ada banyak karyawan baru di PTAM Intan Banjar yang merupakan orang titipan pejabat daerah.

Salah satu penyebabnya karena sistem perekrutan karyawan di PTAM Intan Banjar dilakukan secara tertutup, sehingga prosedur dan sistemnya tidak diketahui publik. Hal ini makin menambah kecurigaan masyarakat terkait adanya nepotisme di tubuh PTAM Intan Banjar. 

Sekda Kota Banjarbaru, Said Abdullah, ternyata juga tak mengetahui prosedur perekrutan pegawan di perusahaan tersebut.

“Kami masih belum tahu bagaimana mereka (manajemen PTAM Intan Banjar) menerima pegawainya. Karena seleksinya masih belum terbuka,” ungkap Said saat ditemui awak media di Gedung Balai Kota Banjarbaru.

Baca Juga: Identitas Mayat di Astambul Banjar Terungkap, Korban Tak Pulang Seminggu

Said menilai proses perekrutan karyawan di PTAM Intan Banjar harus terbuka. Apalagi dengan status perseroan terbatas yang sudah disandang perusahaan tersebut.

“Rekrutmen karyawan PTAM seyogyanya harus terbuka (khususnya kepada pemilik saham). Apalagi sekarang sudah PT. Artinya perusahaan ini adalah milik publik. Bukan milik pribadi,” katanya.

Saat ini proses perekrutan terbuka di PTAM Intan Banjar hanya untuk tiga jabatan; direktur umum, direktur teknik, dan direktur utama. Mestinya, lanjut dia, perekrutan karyawan juga bisa dilakukan secara terbuka. 

“Mestinya (perekrutan) karyawan atau pegawai biasa juga harus terbuka. Mulai dari jumlah, jenis keahlian yang diperlukan, hingga proses pelaksanaan dan hasil seleksi perekrutan,” ucapnya seraya mengingatkan jangan sampai PTAM Intan Banjar diisi oleh keluarga pejabat dengan tujuan untuk memprioritaskan kepentingan pribadi.

Baca Juga: Satpol PP Layangkan SP 1 untuk Pedagang Jalan Anang Adenansi Banjarmasin

Terpisah, Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni, membantah kabar dugaan nepotisme itu. "Terakhir kami merekrut tahun 2013,” ujarnya.

Namun, dia mengakui ada perekrutan tenaga outsourching untuk menutupi tugas pokok. "Selain itu juga karena banyak pegawai purna tugas,” tambahnya.

Sayangnya Mahyuni tidak bisa memberikan penjelasan mengenai jumlah dan asal karyawan outsourcing tersebut.

“Mohon maaf, soal itu kami tidak mengetahuinya. Kami sekadar pengguna tenaga, yang menyiapkan pengelola tenaga yaitu koperasi,” tuturnya.

Lantas, bagaimana dengan prinsip keterbukaan dalam perekrutan karyawan? Terkait hal ini, dia juga tak bisa memberikan jawaban lebih jauh. 

“Mohon maaf saya tidak bisa komen lebih dalam karena sangat terbatas. Karena belum banyak informasi yang saya ketahui,” jawab Mahyuni mengakhiri.