Pemilu 2024

Prabowo Dampingi Jokowi Buka Muktamar Sufi Internasional di Pekalongan

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mendampingi Presiden Jokowi membuka gelaran Muktamar Sufi Internasional di Sahid International Convention Center

Menteri Pertahanan RI yang juga Ketua Pelaksana Muktamar Sufi Internasional, Prabowo Subianto menyambut kehadiran Presiden Jokowi. Foto: Dok Partai Gerindra

apahabar.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mendampingi Presiden Jokowi membuka gelaran Muktamar Sufi Internasional di Sahid International Convention Center, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (29/8).

Muktamar Sufi dihadiri 73 sufi internasional terdiri dari 38 negara di seluruh dunia.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden RI beserta Ibu Iriana yang berkenan hadir untuk membuka acara World Sufi Assembly (WSA) Conference Tahun 2023,” kata Prabowo yang juga Ketua Pelaksana Muktamar Sufi Internasional.

Baca Juga: Tak Lagi KKIR, Prabowo Umumkan Nama Baru: Koalisi Indonesia Maju

Muktamar yang mengusung tema 'Contemporary Sufi Work in a Renewed World' juga dihadiri sejumlah Duta Besar, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur Jawa Tengah, Ketua World Sufi Assembly (WSA), Para Ulama Sufi dari negara sahabat, dan seluruh peserta Muktamar Sufi internasional 2023.

Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia beruntung memiliki dua figur muslim yang berpengaruh yakni Jokowi dan Habib Luthfi.

Prabowo Subianto bersalaman dengan Maulana Habib Luthfi Bin Yahya yang hadir dalam gelaran Muktamar Sufi Internasional. Foto: Dok Partai Gerindra

“Kita merasa sangat beruntung karena ada dua tokoh yang masuk dalam daftar 500 muslim yang berpengaruh di dunia yaitu Presiden RI Joko Widodo dan Maulana Habib Luthfi Bin Yahya," jelasnya.

"Kedua putra Indonesia merupakan tokoh yang dihormati di seluruh dunia,” sambung dia.

Baca Juga: Lempar Guyonan Ganjar Pranowo, Prabowo: Kita Juga Punya Rambut Putih

Ketua Umum Partai Gerindra ini juga bahwa gelaran Muktamar Sufi Internasional juga sebagai penanda bahwa Indonesia mendapatkan kepercayaan dunia internasional.

“Agar sejajar dengan negara-negara besar lain di dunia,” sebut dia.

Sementara Jokowi menyinggung urgensi keberagaman masyarakat yang penting dalam merajut tenun kebangsaan.

Gelaran Muktamar Sufi Internasional, kata dia, memiliki arti sangat penting dan membuktikan bahwa Islam Indonesia tidak lagi berada di pinggiran tetapi punya peran yang sangat strategis dan berkontribusi untuk membangun peradaban dunia yang damai dan harmonis.

“Tapi keberagaman yang harus dilanjutkan dengan toleransi dalam menghadapi perbedaan-perbedaan yang ada. Sikap moderat dan saling berinteraksi akan memungkinkan kita untuk bersatu dalam keberagamaan," pungkasnya.