bakabar.com, TANAH LAUT - Polemik dugaan roti berjamur dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bati-Bati dipastikan telah selesai.
Hasil pemeriksaan dan klarifikasi menyatakan tidak ditemukan pelanggaran maupun persoalan kesehatan dalam distribusi makanan tersebut.
Camat Bati-Bati yang juga tergabung dalam Satgas MBG, Noor Helmy, menjelaskan isu yang sempat ramai di media sosial telah dituntaskan melalui pertemuan bersama pihak terkait di Ponpes Ubudiyah Bati-Bati, Rabu (25/2/2025).
“Hasil pertemuan tadi sudah selesai. Tidak ada masalah, dan terkait pelaksanaan MBG di Kecamatan Bati-Bati tidak ditemukan permasalahan kesehatan,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Jika menemukan persoalan, warga diminta menyampaikannya terlebih dahulu kepada pihak sekolah atau pengelola SPPG sebelum mempublikasikannya ke ruang digital.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Ujung, Bati-Bati, Hernando R, menambahkan pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung kepada warga yang mengunggah dugaan tersebut. Dari hasil pengecekan, roti yang diterima dalam kondisi baik dan masih layak konsumsi.
Menurutnya, bagian yang disebut sebagai jamur ternyata merupakan tepung terigu yang menempel pada alas roti.
“Roti tersebut datang pada hari Minggu dan didistribusikan pada hari Senin untuk dimakan saat buka puasa,” jelasnya.
Hernando juga memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan produsen roti guna menjaga standar kualitas. Persoalan ini turut dibahas dalam pertemuan yang melibatkan unsur kecamatan, TNI, Polri, Kepala Yayasan Ubudiyah, serta para guru.
“Hasil pertemuan menyimpulkan tidak ada masalah. SPPG dapat berjalan seperti biasa tanpa kendala,” pungkasnya.
Sebelumnya, isu roti berjamur mencuat setelah beredar foto dan narasi di media sosial terkait paket MBG yang didistribusikan melalui SPPG Desa Ujung. Setelah dilakukan klarifikasi menyeluruh, tidak ditemukan pelanggaran dan polemik dinyatakan selesai.