Pimpin APUDSI Kalsel, Ghifari Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Desa

Koordinator Wilayah (Korwil) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Ghifari Javier, menegaskan komitmennya memperkua

Ghifari Javier, menerima surat keputusan sebagai Korwil APUDSI Kalsel. Foto-for bakabar.com

bakabar.com, BANJARMASIN - Koordinator Wilayah (Korwil) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Ghifari Javier, menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi desa lewat kolaborasi lintas level pemerintahan. 

Penegasan itu disampaikannya usai menerima surat keputusan sebagai Korwil APUDSI Kalsel di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Dalam agenda nasional yang dipimpin Ketua Umum MKN APUDSI, Maulidan Isbar, tersebut dihadiri 37 koordinator wilayah dari seluruh provinsi di Indonesia.

Forum ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penajaman arah gerak organisasi di daerah.

Bagi mantan pengurus HIPMI Jaya ini, desa bukan sekadar wilayah administratif. Ia menyebut desa sebagai ruang hidup ekonomi masyarakat, tempat jutaan keluarga membangun kemandirian dan menggantungkan penghidupan.

Karena itu, pria kelahiran 6 Januari 1993 ini mendorong sinergi erat dengan pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota di Banua.

Menurutnya, dukungan pemangku kepentingan daerah menjadi kunci agar potensi desa terhubung dengan kebijakan dan investasi berskala nasional.

“Kita tidak ingin potensi desa hanya tercatat di atas kertas. Harus ada arah jelas supaya manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas putra dari mantan Wakil Bupati Tabalong, Zony Alfianoor ini.

Ghifari menilai Kalsel memiliki kekuatan besar, baik dari jumlah pelaku usaha desa maupun peluang pengembangan desa wisata. 

Dengan pengelolaan terarah, potensi tersebut diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

Ayah dua anak ini juga menekankan pentingnya kesiapan desa menghadapi peluang bantuan dan investasi nasional yang diproyeksikan terus mengalir, termasuk di sektor desa wisata. 

Tanpa konsolidasi dan kolaborasi yang kuat, menurutnya, peluang tersebut sulit dimaksimalkan.

Sebagai organisasi yang menaungi UMKM, koperasi, usaha keluarga, hingga BUMDes, APUDSI membuka ruang keanggotaan hingga tingkat desa. 

Sekarang, pengurus Pandu Tani Indonesia (PATANI) Kalsel ini optimistis, dengan penguatan jaringan dan kapasitas usaha, desa-desa di Banua bukan hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga berpeluang menembus pasar global.