Penipuan Keuangan Rp50,8 M di Kalsel, OJK Turun ke Kampus

Kerugian akibat penipuan keuangan ilegal di Kalimantan Selatan tembus Rp50,8 miliar sepanjang 2025. Angka ini mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel turu

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar roadshow edukasi pencegahan transaksi keuangan ilegal di Aula Gedung Dua Universitas Sapta Mandiri (Univsm), Balangan, Selasa (10/2/2026). Foto-bakabar.com

bakabar.com, BALANGAN - Kerugian akibat penipuan keuangan ilegal di Kalimantan Selatan tembus Rp50,8 miliar sepanjang 2025. Angka ini mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel turun langsung ke daerah lewat roadshow edukasi.

Kegiatan digelar di Aula Gedung Dua Universitas Sapta Mandiri (Univsm), Balangan, Selasa (10/2/2026), menyasar mahasiswa, ASN, dan sektor swasta agar bisa menjadi agen literasi keuangan di lingkungannya masing-masing.

Senior Manager Pengawasan Perilaku Pelaku Jasa Keuangan OJK Kalsel, Andika Prassetia, mengatakan roadshow ini bertujuan memberi pemahaman soal pencegahan, penanganan, dan prosedur pelaporan transaksi keuangan ilegal.

“Angka kerugian ini menjadi perhatian serius kami. Kami ingin seluruh stakeholder memahami modus-modus penipuan dan bisa menyebarkan edukasi ke lingkungannya,” ujar Andika.

Dalam pemaparannya, Andika menyoroti tiga modus penipuan terbaru yang paling banyak dilaporkan masyarakat: aktivasi Coretax, pemadanan KTP digital, dan penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Pelaku kini menggunakan teknologi AI untuk memalsukan wajah dan suara figur publik, seperti Baim Wong hingga Raffi Ahmad, untuk meyakinkan korban. Ini sangat berbahaya dan perlu diwaspadai ekstra,” tegasnya.

OJK menekankan pentingnya pelaporan cepat jika sudah menjadi korban. Pelaporan dapat dilakukan melalui platform resmi di iasc.ojk.go.id.

“Semakin cepat laporan masuk ke OJK dan Satgas PASTI, semakin besar peluang dana yang sudah ditransfer untuk diselamatkan,” tambah Andika.

Kabupaten Balangan menjadi titik awal roadshow OJK Kalsel 2026. Program serupa akan berlanjut ke wilayah Banua Anam, dengan agenda penutup di Kabupaten Tabalong yang menyasar tenaga medis, serta wilayah timur Kalsel seperti Kotabaru.

Wakil Rektor III Universitas Sapta Mandiri, Desak Putu Butsi Triyanti, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai edukasi keuangan sangat penting agar civitas akademika lebih cermat memanfaatkan layanan digital.

“Kegiatan ini menjadi pengingat agar kami lebih bijak dan waspada, sekaligus menyebarkan pengetahuan ini ke masyarakat luas,” pungkas Desak.