Pengobatan Tradisional

Pengobatan Tradisional Dayak Maanyan Diserbu Warga HST Kalsel

Puluhan warga mendatangi pengobatan tradisional Dayak Maanyan dari Kalimantan Tengah. Pengobatan ini dipimpin oleh Panglima Bangkirayen.

Ratusan warga memadati pengobatan tradisional Dayak Maayan di SDN 1 Barabai Timur, Minggu (10/9). Foto: apahabar.com/Luthfia

apahabar.com, BARABAI - Puluhan warga mendadak memadati halaman SDN 1 Barabai Timur, Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel). Mereka datang untuk melakukan pengobatan tradisional Dayak Maanyan dari Kalimantan Tengah.

Aksi pengobatan ini dipimpin Eda Steven Lalung atau Panglima Bangkirayen bersama beberapa anggota timnya pada Minggu (10/9).

Di sela-sela pengobatan, Panglima Bangkirayen meminta doa kepada masyarakat Barabai agar mereka diberikan kesehatan untuk terus memberikan pengobatan bagi masyarakat umum.

"Terima kasih kepada masyarakat Barabai yang sudah hadir dan mempercayai kami memberikan pengobatan tradisional ini," paparnya.

Baca Juga: Baju Adat Dayak Iban Puan Maharani Bermotif Sakral, Dibuat Sejak 3,5 Bulan Lalu

Sementara seorang Pasien asal Birayang, Ahmad, mengakui senang bisa hadir dalam pengobatan tradisional tersebut. Dia mengaku bahwa sakit lutut yang dideritanya membaik setelah berobat.

"Saya mengalami sakit lutut selama dua tahun. Alhamdulillah sudah jauh lebih baik seusai diobati langsung oleh Panglima Bangkirayen," jelas Ahmad.

Pasien lain bernama Saleh sengaja datang untuk mengobati sakit pinggang. Adapun pengobatan yang dilakukan Panglima Bangkirayen adalah mengusap minyak di bagian tertentu.

Baca Juga: Festival Rimba: Mengenal Masyarakat Adat Dayak Iban Menua Sungai Utik

"Saya sakit pinggang selama sudah kurang lebih satu tahun. Alhamdulillah setelah diusapi minyak, saya langsung ikut berjoget bersama Panglima Bangkirayen," jelas Saleh. 

Salah mengaku tidak mengetahui jenis minyak yang digunakan untuk mengurut. Namun menurut dia, minyak itu beraroma harum, hangat dan nyaman di badan.