Permasalahan Kulit

Penderita Diabetes Wajib Kenali Masalah Kulit, Kontrol Gula Darah adalah Solusi

Diabetes juga berdampak pada seluruh tubuh, temasuk kulit. Kenali tanda permasalahan pada kulit yang menjadi tanda bahaya pada tubuh.

Permasalahan Kulit pada Penderita Diabetes. Foto: Freepik

apahabar.com, JAKARTA - Diabetes juga berdampak pada seluruh tubuh, temasuk kulit. Kenali tanda permasalahan pada kulit yang menjadi tanda bahaya pada tubuh.

Menurut American Diabetes Assosciation (ADA), beberapa masalah kulit menjadi sebuah tanda peringatan diabetes pada mereka yag tidak terdiagnosis.

Saat kadar gula tinggi, hal tersebut mempengaruhi kondisi kulit dan menyebabkan luka atau ruam pada tubuh. Untungya, jika diketahui sejak dini, permasalah kulit akibat diabetes tersebut dapat dicegah atau diobati dengan mudah.

"Secara umum, mengkontrol kadar diabetes dapat mengurangi permasalahan kulit terkait," kata Justin Ko, MD, dermatologi media di Stanford Health Care, mengutip Everyday Health, Rabu (27/12).

Ia juga melanjutkan bahwa seorang pasien diabetes juga harus merawat kulit dan kesehatan secara umum, seperti memeriksakan kaki dan tungkai setiap hari apakah terdapat luka hingga kerusakan kulit lainnya.

Jamur pada kuku dan kaki dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, sehingga bakteri dapat masuk dan menyebabkan infeksi.

Selain kulit menghitam dan keras, berikut beberapa tanda permasalahan kulit yang terjadi pada penderita diabetes.

Infeksi Bakteri dan Jamur
Ilustrasi bakteri di mata pada penderita diabetes. Foto: iStock Photo

Siapapun dapat terinfeksi bakteri pada kulit, tapi seorang dengan diabetes lebih rentan. Permasalahan kulit akibat bakteri cenderung mengganggu pasien, seperti bintit pada kelopak mata, bisul, dan infeksi kuku.

Biasanya kulit yang terkena infeksi akan terasa panas, merah, nyeri dan bengkak. Namun, perawatan dengan krim atau pil antibiotik biasanya dapat mengatasi permasalahan ini.

Tak hanya bakteri, penderita diabetes juga rentan terhadap jamur, terutama Candida albicans, sebuah jamur mirip ragi yang menyebabkan ruam merah dan gatal, sering kali terjadi lepuhan dan bersisik kecil. Biasanya ditemukan di area kulit yang lembap, seperti ketiak, atau sela-sela jari kaki.

Infeksi jamur yang diderita pada umumnya seperti kurap, gatal pada selangkangan, kutu air, hingga infeksi jamur pada vagina.

Kulit Gatal
Mengurangi stres salah satu cara pencegahan rasa gatal akibat kecemasan. Foto: Freepik

Semua orang memang kerap merasakan kulit gatal, tapi penderita diabetes hal ini disebabkan oleh infeksi jamur, kulit kering atau aliran darah yang memburuk.

Pada penderita diabetes, kaki bagian bawah menjadi terasa gatal dan menyebabkan tidak nyaman. Anda dapat mengurangi dengan menggunakan sabut yang berbahan lembut, serta mengoleskan losion guna melembapkan kulit yang kering.

Hilangnya Warna pada Kulit
Vitiligo pada penderita diabetes. Foto: Researchers, Inc

Penderita diabetes berisiko terhadap vitiligo, suatu masalah kulit di mana sel-sel kulit yang bekerja sebagai melanin atau pigmen alami pada kulit rusak, dan menyebabkan timbulnya bercak tidak beraturan yang kerap muncul di tangan, wajah atau dada.

Jika Anda memiliki kondisi tersebut, sangat penting memakai tabir surya dengan SPF minimal 30, karena dapat melindungi kulit dari sinar matahari.

Neuropati pada Kuku Jari dan Kaki
Neuropati yang menyebabkan luka pada kulit pada penderita diabetes. Foto: Healthline

Neuropati adalah alah satu jenis komplikasi yang terjadi pada penderita diabetes. Hal ini menyebabkan rusaknya saraf pada kulit, sehingga hilang sensasi yang ada ketika menginjak sesuatu.

Neuropati bisa saja melukai kaki saat menginjak sesuatu dan menimbulkan lepuh di bagian tersebut yang tidak dirasakan penderitanya. Luka yang terbuka tersebut dapat berkembang dan menyebabkan infeksi yang lebih parah jika tidak segera diobati.

Kulit Melepuh
Kulit Melpuh pada penderita diabetes. Foto: Alamy

Hal ini jarang terjadi, namun terkadang dialami beberapa penderita diabetes. Lepuh atau bulosis diabetesorum, sebuah luka menyerupai lepuh akibat luka bakar.

Seorang dengan neuropati diabetik berisiko tinggi terhadap kondisi ini. Lepuh sering terjadi di bagian tangan, punggung jari, kaki bahkan tungkai.

Penyakit ini tidak menimbulkan rasa sakit, dan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Dengan cara menjaga glukosa darah tetap terkendali.

Xanthomatosis Eruptif
Xanthomatosis Eruptif masalah kulit pada penderita diabetes. Foto: Researchers, Inc.

Tidak terkontrolnya diabetes dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida dan xanthomatosis erupsi, yaitu pertumbuhan kulit yang cepat, berwarna kuning, dan berbentuk seperti kacang polong.

Benjolan tersebut memiliki lingkaran merah di sekelilingnya dan terasa gatal. Biasanya ditemukan di punggung tangan, kaki, lengan, dan bokong.

Kondisi ini tak hanya menyerang penderita diabetes, tapi menyerang pemilik kolestrerol dan trigliserida yang tinggi. Menurunkan kadar glukosa adalah pengobatan utama dari masalah tersebut.

Granuloma Annulare
Disseminated granuloma annulare permasalahan kulit yang daialami penderita diabetes. Foto: hellosehat

Permasalahan kulit ini menimbulkan bintik-bintik, bergelombang atau berbentuk cincin berawarna merah atau kecoklatan.

Granuloma annulare diseminata sering terjadi pada jari tangan dan telinga, menyebabkan rasa gatal ringan. Kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun Anda dapat berkonsultasi kembali dengan dokter mengenai kondisi tersebut.

Menjaga kadar gula darah (glukosa) dapat mencegah timbulnya masalah kulit pada diabetes dan gejala yang ditimbulkan lainnya. Konsultasi pada dokter ahli agar kondisi gula darah terus terpantau.