Pemkot Banjarmasin Memperkuat Program KB Pria

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin melaksanakan pertemuan Pembinaan Keluarga Berencana (KB) Pria se- Kota Banjarmasin, di Hotel Zuri Ekspress Banjarmasin

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin melaksanakan pertemuan Pembinaan Keluarga Berencana (KB) Pria se- Kota Banjarmasin, di Hotel Zuri Ekspress Banjarmasin, Rabu (22/05/2024). Foto: Humas Pemkot Banjarmasin

bakabar.com, BANJARMASIN - Pemkot Banjarmasin melaksanakan pertemuan pembinaan Keluarga Berencana (KB) Pria se- Kota Banjarmasin, di Hotel Zuri Ekspress Banjarmasin, Rabu (22/5).

Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) kegiatan itu dalam rangka penguatan peran partisipasi pria dalam program KB sebagai salah satu aspek pendukung Bangga Kencana.

Pembinaan KB Pria itu dibuka Kepala DPPKBPM, Drs M Helfiannoor dan dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Dr Machli Riyadi yang juga selaku narasumber.

Menurut Helfiannoor, pertemuan tersebut bertujuan untuk meninjau dan merevisi kembali tentang pentingnya peranan kelompok KB Pria dalam upaya mensukseskan program bangga kencana di Kota Banjarmasin.

"Sekaligus terkait dengan program nasional, terkait dengan pencegahan stunting di Kota Banjarmasin," ucapnya.

ia mengemukakan, kelompok KB Pria yaitu KB Pria perkasa Kelurahan Sungai Jingah terpilih mewakili Kalsel di tingkat nasional.

Lanjutnya, salah satu indikator yang diukur adalah, ketua kelompok menyampaikan informasi kepada anggota dalam kelompok KB Pria yang mau menggunakan kontrasepsi jangka panjang yaitu vasektomi.

Ia mengatakan, minat pria ber-KB di Kota Banjarmasin secara umum sudah mencapai target yang diminta oleh pemerintah pusat, khususnya penggunaan vasektomi.

"Vasektomi itu kan memang memerlukan pendekatan yang lebih, karena menyakinkan pria bahwa mereka akan dibatasi tapi bisa dilepas," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, target untuk pengguna vasektomi tidak sampai puluhan orang, pengguna vasektomi ditargetkan oleh pemerintah pusat hanyar tiga orang.

"Tiga orang itu sudah. Karena memang perlu pendekatan luar biasa, pemakaian vasektomi ini di usia 50 tahun ke atas," pungkasnya.