Pemkab HSS Gelar Safari Ramadan 2026 di Sungai Raya

Pemkab HSS menggelar Safari Ramadan 2026 di Masjid As Salam, Kecamatan Sungai Raya.

Safari Ramadan Pemkab HSS di Masjid As Salam Kecamatan Sungai Raya. Foto-Kominfo HSS

bakabar.com, KANDANGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali menggelar Safari Ramadan 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pembinaan keagamaan dan silaturahmi bersama masyarakat. Kegiatan berlangsung di Masjid As Salam, Kecamatan Sungai Raya, Senin (09/03/2026).

Safari Ramadan kali ini dipimpin langsung oleh Bupati HSS Syafrudin Noor didampingi Wakil Bupati (Wabup) Suriani Hadir pula Sekretaris Daerah Muhammad Noor, Kapolres HSS AKBP Awaludin Syam, Ketua TP PKK Mustaidah, Ketua GOW Misnawati.

Pimpinan OPD lingkup Pemkab HSS, pimpinan BAZNAS, Kementerian Agama, Ketua MUI, tokoh agama, serta masyarakat, ratusan jemaah turut memenuhi area masjid tersebut.

Bupati HSS Syafrudin Noor menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat.

“Semoga ibadah yang kita jalankan di bulan penuh berkah ini diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ucapnya.

Bulan suci selalu membawa rasa haru dan kekhusyukan yang berbeda bagi setiap orang beriman, serta menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan dan tidak semua orang diberi kesempatan bertemu kembali dengan Ramadan berikutnya.

“Ada orang tua yang dulu duduk bersama kita saat berbuka, kini telah dipanggil Allah SWT. Ada sahabat yang dulu tarawih bersama, kini tinggal kenangan,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperbanyak kebaikan, mempererat silaturahmi, dan saling memaafkan.

Pada agenda Safari Ramadan tersebut, Pemkab HSS turut menyerahkan bantuan sosial permakanan kepada sejumlah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan panti asuhan.

Menurut Bupati, bantuan tersebut merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap anak-anak yang membutuhkan dukungan, sekaligus pengingat bahwa mereka tidak berjalan sendiri.

“Di luar sana ada anak-anak yang harus tumbuh tanpa pelukan orang tua. Mereka belajar menjadi kuat dalam usia yang sangat muda. Inilah yang harus mengetuk hati kita untuk terus peduli,” katanya.