Pembangunan Masjid Syekh Arsyad Al-Banjari di Kegubernuran Kalsel Masuki Tahap Akhir

Pembangunan masjid Syekh Arsyad Al-Banjari di Kompleks Perkantoran Pemprov Kalimantan Selatan memasuki tahap akhir.

Masjid Syekh Arsyad Al-Banjari di Kegubernuran Kalsel. Foto: bakabar.com/Hasan

bakabarmcom, BANJARBARU - Pembangunan masjid Syekh Arsyad Al-Banjari di Kompleks Perkantoran Pemprov Kalimantan Selatan memasuki tahap akhir.

Bangunan utama masjid telah rampung, dan sekarang pengerjaan difokuskan pada penataan lingkungan serta penyempurnaan fasilitas penunjang seperti landscape, termasuk penanaman taman di area luar agar kawasan masjid tampak asri dan nyaman untuk jemaah.

"Bangunan utama sudah selesai. Tinggal penataan taman dan lingkungan luar supaya terlihat lebih hijau dan rapi," jelas Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha, Rabu (18/2).

Terkait pengelolaan dan penyerahan aset, Ryan mengaku masih berkoordinasi dengan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Anggaran untuk pengelolaan disebut sudah disiapkan, tetapi masih memerlukan penyesuaian, terutama untuk kebutuhan ruang pendukung seperti tempat jaga marbot dan ruang imam.

Koordinasi dengan Kesra dilakukan agar masjid dapat segera dimanfaatkan. Sebab masjid tersebut dirancang menjadi pusat kegiatan ibadah bagi seluruh aktivitas di kawasan perkantoran, termasuk instansi vertikal seperti kepolisian dan TNI, serta masyarakat umum.

"Konsep awalnya memang agar aktivitas ibadah di kawasan perkantoran bisa terpusat di sini, sehingga masjid ini benar-benar hidup dan bermanfaat," jelas Ryan.

Dari sisi kapasitas, masjid dirancang mampu menampung sekitar 3.000 jemaah di dalam ruangan utama. Jumlah ini belum termasuk area luar masjid yang juga dapat digunakan saat pelaksanaan ibadah dengan jumlah jemaah lebih besar.

Untuk fasilitas dasar, instalasi listrik dan sambungan air dari PDAM telah tersedia. Sementara itu, sarana dan prasarana seperti karpet, sajadah, serta meubeler masih menunggu pengadaan oleh pihak pengelola.

Adapun terkait ruang khusus untuk marbot dan fasilitas penunjang lainnya, secara konstruksi belum disiapkan secara spesifik. Namun, masih tersedia sejumlah ruang di lantai bawah yang dapat dimanfaatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Mengenai peresmian, PUPR Kalsel telah melaporkan progres kepada gubernur dan menunggu arahan lebih lanjut. Opsi yang dipertimbangkan adalah membuka masjid terlebih dahulu agar segera digunakan, atau menunggu hingga seluruh fasilitas pendukung dilengkapi.

Meski belum pasti, tidak menutup kemungkinan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan Ramadan 1447 Hijriag, seperti buka puasa bersama atau kegiatan lain, sembari menunggu proses administrasi dan pengelolaan rampung.