bakabar.com, PARINGIN - Kesadaran lingkungan ditanamkan sejak bangku sekolah. Sebanyak 138 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Balangan ambil bagian dalam Pekan Hijau Balangan 2026 yang resmi dibuka di Gedung Sanggam, Paringin, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan hasil kolaborasi komunitas Balangan Green Leader dan Balangan Coal ini berlangsung selama dua hari hingga 11 Februari 2026, dengan fokus edukasi dan kampanye kepedulian lingkungan bagi generasi muda.
Peserta berasal dari tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat se-Kabupaten Balangan. Mereka mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dikemas secara kreatif dan edukatif.
Ketua Balangan Green Leader, Mustafa Fahmi, mengatakan Pekan Hijau Balangan 2026 merupakan kelanjutan dari pelaksanaan perdana pada tahun sebelumnya yang mendapat respons positif.
“Kami ingin isu lingkungan tidak hanya dipelajari di kelas, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari,” ujar Fahmi.
Menurutnya, pendekatan edukasi dilakukan melalui perlombaan kreatif, seperti fashion show berbahan daur ulang serta lomba konten video bertema kepedulian lingkungan.
Fahmi menilai antusiasme peserta tahun ini menunjukkan meningkatnya kesadaran pelajar terhadap isu lingkungan. Ia berharap Pekan Hijau Balangan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang difasilitasi pemerintah daerah.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari sektor swasta. CSR Section Head Balangan Coal, Heriansyah Rusli, menegaskan keterlibatan perusahaan merupakan bentuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di daerah.
“Edukasi lingkungan di sekolah adalah investasi jangka panjang. Nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini akan berdampak besar bagi keberlanjutan lingkungan Balangan,” tegas Heriansyah.
Pembukaan Pekan Hijau Balangan 2026 turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Balangan, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menegaskan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan di Bumi Sanggam. Selain lomba, peserta juga mendapatkan materi tentang pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga keseimbangan alam.