Pemilu 2024

Pedagang Pasar Boyolali Curhat Ke Ganjar: Akses Sulit Modal Bank!

Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengunjungi Pasar Kebon Agung.

Ganjar saat mengunjungi pasar di Boyolali. Foto: Humas PDIP

apahabar.com, BOYOLALI - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengunjungi Pasar Kebon Agung di Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Sebelumnya mengunjungi Pasar Kota Wonogiri, Sabtu (30/12). Eks Gubernur Jateng itu dicurhati sejumlah pedagang.

Ganjar langsung disambut antusias ratusan pedagang dan masyarakat sekitar. Mereka saling berebut untuk mendekat. Atau sekadar menyapa dan juga bersalaman.

Tidak hanya itu Ganjar juga mendapatkan keluhan terkait tingginya harga-harga kebutuhan pokok. Serta sulitnya akses modal untuk para pedagang.

"Ya harapan kami pak Ganjar memberikan akses modal. Soalnya mau pinjam ke bank enggak berani, nggak punya jaminan. Selain itu kan pinjamnya paling sedikit," ungkap Waginem (70), salah satu pedagang.

Baca Juga: Tiktok Shop Kembali, Pedagang Thrifting Magelang Waswas

Hal senada juga disampaikan Sukini (43), selain harga mahal. Para pedagang juga kesulitan untuk mendapatkan akses modal.

"Semoga pak Ganjar jadi presiden. Supaya bisa berjuang untuk memurahkan harga-harga buat rakyat kecil. Dan semoga pak Ganjar bisa membantu para pedagang mendapatkan akses modal," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar mengatakan bahwa pemerintah memang perlu hadir dan membantu para pedagang kecil. Saat dulu menjabat Gubernur Jawa Tengah, ia menyebut memiliki program bernama Kredit Lapak, kredit murah khusus untuk para pedagang pasar.

"Rasanya untuk pedagang kecil dan UMKM ini kita harus menunjuk satu bank agar bisa mengurusi permodalan mereka. Sebab mereka pasti butuh modal cepat dengan suku bunga yang rendah. Kita akan buat skime itu, kita tunjuk bank untuk memberikan kredit dengan suku bunga murah," ucapnya.

Baca Juga: Harga Beras Lokal Meroket: Petani Untung, Pedagang Buntung

Sistem itu katanya sudah dilakukan di Jawa Tengah selama ia menjabat gubernur dua periode. Dengan menggandeng Bank Jateng, dirinya memberikan kredit murah bernama Kredit Lapak khusus untuk pedagang dan pengusaha kecil.

"Kan mereka butuhnya tidak banyak, ada yang Rp500.000 ada yang Rp2 juta. Makanya dulu Kredit Lapak saya buat untuk merespon itu. Dan kita akan buat program serupa nanti di tingkat nasional," pungkasnya.