Pasar Murah Gencar, Disdag Pastikan Harga Bapokting di Kalsel Stabil Jelang Idulfitri

Dinas Perdagangan memastikan harga bahan pokok penting (bapokting) di Kalimantan Selatan pada pekan pertama-pekan kedua Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 H d

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan. Foto: bakabar.com/Hasan

bakabar.com, BANJARBARU - Dinas Perdagangan memastikan harga bahan pokok penting (bapokting) di Kalimantan Selatan pada pekan pertama-pekan kedua Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 H dalam kondisi stabil.

Pemantauan rutin terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga di pasaran.

Selain pemantauan, Dinas Perdagangan Kalsel juga menggencarkan gerakan pasar murah di sejumlah daerah. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah dilaksanakan di enam kabupaten dan akan berlanjut ke tujuh hingga delapan kabupaten/kota lainnya.

"Semoga harga semakin terpantau dan terkendali," papar Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan.

Sejumlah komoditas utama dilaporkan dalam kondisi aman. Harga gula, bawang, telur, dan ayam relatif stabil.

Ayam pedaging saat ini berada di kisaran Rp40.000 per kilogram. Meski demikian, pemerintah berharap harga bisa ditekan hingga Rp35.000 per kilogram atau bahkan lebih rendah.

Untuk bawang, harga kini berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp32.000 per kilogram. Angka tersebut dinilai sudah aman setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp40.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai rawit masih bertahan di kisaran Rp50.000 per kilogram. Kenaikan ini dipengaruhi dampak bencana banjir di sejumlah wilayah Indonesia yang menyebabkan banyak kebun cabai mengalami gagal panen.

Namun demikian, kondisi di Kalimantan Selatan relatif terbantu oleh sistem penanaman menggunakan polybag, khususnya di Tapin, sehingga pasokan cabai lokal tetap tersedia dan harga tidak melonjak terlalu tinggi.

"Kami berharap harga cabai dapat turun ke kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram," harap Bagiawan.

Untuk komoditas beras, Dinas Perdagangan memastikan stok dalam kondisi surplus. Masyarakat Banjar yang cenderung mengonsumsi beras lokal turut membantu menjaga stabilitas harga.

Harga beras kemasan juga dilaporkan tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Terkait telur, meski terdapat kenaikan sekitar Rp1.000, harga di kisaran Rp30.000 hingga Rp31.000 per kilogram dinilai masih dalam batas wajar.

Fluktuasi harga ini turut dipengaruhi berbagai program yang membutuhkan pasokan telur dan ayam dalam jumlah besar.

"Pengawasan rutin dan pelaksanaan pasar murah yang kami jalankan, semoga dapat menjadikan stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan terus terjaga," tutupnya.