News

Pakar Keselamatan Sebut Pengemudi Kendaraan Listrik Perlu Pelatihan Khusus

apahabar.com, JAKARTA – Untuk mendukung upaya pemerintah membangun percepatan ekosistem kendaraan listrik, diperlukan peran swasta dalam hal…

Pakar keselamatan sebut perlunya pelatihan khusus mengemudi kendaraan listrik. (Foto: dok. Wuling)

apahabar.com, JAKARTA –Untuk mendukung upaya pemerintah membangun percepatan ekosistem kendaraan listrik, diperlukan peran swasta dalam hal edukasi ke konsumen, salah satunya pelatihan khusus kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Meski masih banyak masyarakat yang memiliki keraguan mulai dari harga, keamanan, hingga belum meratanya charging station, kenyataannya, kendaraan listrik telah banyak wira-wiri di jalanan.

Kendati demikian, tak sedikit pula masih banyak dari masyarakat yang tidak tahu bahwa dalam mengendarai kendaraan listrik, baik mobil maupun motor perlu pelatihan khusus.

"Pelatihan khusus untuk pengemudi kendaraan listrik cukup banyak. Mulai dari operasional, kebiasaan (habid), kesadaran (awareness) dan kewaspadaan (alertness), ungkap Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana saat dihubungi apahabar.com, Rabu (28/9).

Lebih jauh lagi ia menjelaskan, perlunya pelatihan lantaran berkaca pada kejadian terdahulu ketika pada saat adanya Transmisi Otomatis yang hadir untuk memenuhi kebutuhan tetapi nyatanya masih banyak terjadi kecelakaan.

“Kendaraan Listrik memang terlihat mudah karena mungkin dipikir hanya perlu ngegas dan ngerem. Padahal yang namanya EV (electric vehilce sangat berbeda dengan kendaraan konvensional, baik dari karakter maupun operasionalnya,” tegasnya.

Pengetahuan itu lah yang dinilai pria berkacamata ini masih belum dipahami oleh para pengguna kendaraan listrik.

Sony menegaskan, setiap faktor mulai dari operasional, kebiasaan, kesadaran dan kewaspadaan sangat penting karena hal itu berpengaruh satu dengan yang lainnya.

“Dari segi operasional, salah atau terlambat melakukan antisipasi bisa berujung bahaya," tandasnya.

Bahaya Tersembunyi

Menurutnya, kelebihan kendaraan EV yang tanpa suara malah bisa menjadi sangat berbahaya, apalagi jika pengemudi atau pengguna jalan tidak tertib.

"EV itu silent (senyap), kebiasaan tidak tertib atau berhenti di persimpangan juga sangat bahaya,” tegasnya.

Selain itu, kecepatan kendaraan EV yang tidak seperti kendaraan konvensional juga bisa membuat pengguna jalan lain tidak fokus.

“Jadi cukup kompleks masalahnya,” kata Sony menyimpulkan.

Hyundai Gelar Pelatihan Kendaraan Listrik

Sebelumnya, pelatihan khusus terkait kendaraan listrik telah dilakukan Hyundai Motors Indonesia (HMID) dalam menyambut G20 Summit di Bali.

Pelatihan yang digelar di pabriknya, di Cikarang pada beberapa waktu lalu tersebut ditujukan untuk Paspamres dan TNI yang akan bertugas mengawal pertemuan antar negara tersebut.

Selain mengupas teknologi mobil listrik, mereka juga diajarkan hal apa saja yang harus dilakukan ketika mobil listrik mengalami kondisi darurat.