bakabar.com, BANJARBARU - Tidak hanya menyimak paparan, Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kalimantan Selatan 2027, Selasa (7/4) juga menjadi momen curhat bupati/wali kota kepada Gubernur H Muhidin.
Musrenbang RKPD Kalsel 2027 dihadiri seluruh unsur terkait. Mulai dari Ketua DPRD H Supian HK, Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dan Kabinda Kombes Pol Sentot Adi Dharmawan.
Juga Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Muhammad Syarifuddin, dan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Kalsel.
Sementara Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, turut hadir secara virtual mewakili Menteri Dalam Negeri untuk memberikan arahan strategis kepada seluruh peserta.
Beragam program strategis dipaparkan dalam Musrenbang RKPD Kalsel 2027. Seperti penanganan banjir dengan pengerukan Sungai Alalak guna memperlancar aliran air menuju Sungai Barito.
Kemudian pembangunan Jembatan Pulau Laut yang akan menghubungkan Tanah Bumbu dan Kotabaru, Jalan Lintas Tengah dan stadion bertaraf internasional di Banjarbaru.
Dalam sesi berikutnya, forum tersebut menjadi ajang terbuka untuk bupati/wali kota untuk menyampaikan berbagai persoalan krusial di wilayah masing-masing.
Bupati Barito Kuala (Batola) H Bahrul Ilmi juga menyampaikan sejumlah persoalan. Diawali dengan kolaborasi penanganan sampah bersama Banjarmasin dan Banjar, dan rencana pembangunan jalan dari Anjir Muara menuju Tabunganen.
Bahrul juga mengusulkan pelebaran jalan dari Desa Sungai Gampa, Kecamatan Rantau Badauh, menuju Bundara Rumpiang di Desa Bantuil, Kecamatan Cerbon.
Diketahui jalan tersebut merupakan rangkaian akses utama yang menghubungkan Batola dengan Tapin. Bahkan kalau dilihat lebih luas, jalan dimaksud merupakan akses utama dari Banua Enam ke Banjarmasin.
"Kami meminta bantuan pelebaran, karena jalan tersebut menjadi akses satu-satunya menuju Tapin. Terlebih sekarang sudah banyak mobil-mobil besar yang melintas," ungkap Bahrul.
Selain memperlancar akses lalu lintas, pelebaran jalan juga menjadi salah satu mitigasi kecelakaan lalu lintas. Sudah tidak terhitung kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan tersebut.
"Mudahan tidak terjadi lagi kecelakaan lalu lintas, setelah pelebaran jalan. Kalau sekarang kondisi jalan terbilang sempit," tukas Bahrul.
Menanggapi keinginan Bahrul, Muhidin lantas menyarankan agar usulan tersebut segera dituangkan dalam proposal resmi kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalasel, "Kami akan membantu, tapi harus diajukan secara formal,” sahut Muhidin.