bakabar.com, BANJARBARU - Bupati Tabalong HM Noor Rifani, mengikuti Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2027.
Kegiatan yang digelar di Gedung KH Idham Chalid, Banjarbaru,Kalsel itu difokuskan pada penguatan ketahanan pangan dan konektivitas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (7/4/2026).
Musrenbang diawali arahan Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus, secara virtual, dan dibuka Gubernur Kalimantan Selatan,Muhidin, sebagai bagian dari sinkronisasi program pembangunan pusat dan daerah.
Dalam forum tersebut, Bupati Tabalong HM Noor Rifani, menyampaikan aspirasi petani terkait percepatan penyelesaian Bendung Jaro II yang menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Tabalong, khususnya petani di Kecamatan Jaro.
“Bendung Jaro II harus segera diselesaikan. Infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan produksi pertanian masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu juga, H Fani,
mendorong optimalisasi Bendung Kinarum yang telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalsel, melalui pembangunan jaringan irigasi tersier agar manfaatnya lebih maksimal bagi sektor pertanian dan perkebunan masyarakat.
“Kami ingin bendung yang sudah dibangun benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Ini bentuk keberpihakan kami terhadap masyarakat Tabalong,” ucapnya.
Sementara di sektor konektivitas, H Fani, menekankan pentingnya peningkatan kualitas jalan strategis menuju kawasan IKN, meliputi ruas jalan provinsi Tanjung–Muara Uya,
ruas jalan nasional Kelua–Tanjung, serta ruas jalan Dahai–Muara Uya.
"Jadi peningkatan akses jalan tidak hanya mendukung mobilitas wilayah penyangga IKN, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat," jelasnya.
“Perbaikan infrastruktur jalan bukan sekadar konektivitas wilayah, tetapi menyangkut kepentingan langsung masyarakat dan kelancaran distribusi hasil pertanian,” sambung H Fani.
Bupati Tabalong juga menyampaikan bahwa usulan Pemerintah Kabupaten Tabalong mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, termasuk rencana kelanjutan pembangunan Bendung Jaro II mulai tahun 2026 serta koordinasi penanganan ruas jalan nasional menuju kawasan IKN.
Ia menegaskan, seluruh usulan tersebut sejalan dengan target daerah dalam mewujudkan program 100 persen jalan dan jembatan mantap guna memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat Tabalong.
“Jika infrastruktur pertanian dan jalan strategis ini terealisasi, manfaatnya langsung dirasakan petani dan masyarakat Tabalong,” tutupnya.**