bakabar.com, SEMARANG - Pemprov Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) turut ambil bagian dalam memeriahkan puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali, Jawa Tengah, medio pekan tadi.
Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai sarana promosi potensi desa dan produk unggulan daerah Kalsel ke tingkat nasional. DPMD Kalsel juga membuka stand pameran yang menampilkan beragam produk unggulan desa yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), khususnya produk khas.
Mulai dari hasil kerajinan, olahan pangan lokal, hingga produk kreatif berbasis potensi desa, berhasil menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya berpartisipasi dalam pameran, Kalsel juga menorehkan berbagai prestasi membanggakan dari berbagai kategori lomba dan apresiasi Kementerian Desa dan PDT.
Salah satunya Kelurahan Mentaos berhasil menempati peringkat kedua Lomba Kelurahan Nasional. Kemudian di bidang ekonomi desa, peringkat ketiga Duta BUMDesa Nasional diraih oleh Zaenal Arifin dari BUMDesa Berkah Mulia, Desa Bukit Mulia, Kecamatan Kintap, Tanah Laut.
Sementara Desa Awang Bangkal Barat memperoleh Penghargaan Program Kementerian Berbasis Desa atas inovasi pemanfaatan lahan eks tambang pasir dan menjadi unit usaha BUMDesa yang produktif dan berkelanjutan.
Kalimantan Selatan juga masuk peringkat sembilan nasional BUMDesa Inspiratif melalui BUMDes Wake Berkah Abadi Baru, Desa Batu Benawa, Hulu Sungai Tengah.
Selanjutnya di bidang kepemudaan dan digitalisasi desa, Hulu Sungai Tengah menempati peringkat kedua E-Sport Desa Nasional. Sementara peringkat kedua Pemuda Pelopor Desa Bidang Kebudayaan diraih oleh Sam’ani.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menjelaskan desa memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional dan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
"Hari Desa Nasional ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat membangun desa dari pinggiran. Desa bukan lagi objek pembangunan, tetapi subjek utama yang harus terus didorong agar maju, mandiri, dan berdaya saing," paparnya.
Adapun Kepala DPMD Kalsel, Iwan Ristianto, menambahkan partisipasi dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026 merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pembangunan desa yang berkelanjutan.
"Melalui pameran ini, kami ingin mengenalkan potensi desa dan produk BUMDesa khas Kalimantan Selatan ke tingkat nasional. Ini juga menjadi ajang berbagi praktik baik antar daerah dalam membangun desa," tandasnya.