Kecantikan Kulit

Moisturizer dan Hydration, Mirip tapi Sebenarnya Beda

Hydration dan moisturizer serupa namun berbeda. Keduanya punya fungsi menjaga kulit agar lebih sehat, tapi memberi hasil yang beda.

Mengetahui Moisturizing dan Hydrating Dalam Skincare. Foto: dok. freepik

apahabar.com, JAKARTA - Hydration dan moisturizer serupa namun berbeda. Keduanya punya fungsi menjaga kulit agar lebih sehat, tapi memberi hasil yang beda.

Banyak orang mengira bahwa hidrasi (hydration) hanya diperlukan bagi pemilik kulit kering (dry) dan dehidrasi, namun dalam faktanya tipe kulit berminyak (oily) juga perlu lho!

Lalu apa sebenarnya hidrasi dan apakah memiliki kesamaan dengan pelembab?

Secara ilmiah moisturizer memiliki beberapa turunan, yaitu emolien, squalene, humectant dan occlusive.

"Hydrating dan moisturizer adalah istilah marketing dan ditentukan oleh merek sesuai keinginan mereka," ujar Perry Romanowski, ahli kulit dan co-founder The Beauty Brains, seperti dilansir dari Healthline, Kamis (10/8).

Baca Juga: Kulit Kering? Ini Dia Kandungan Skincare yang Cocok untuk Digunakan

Hal ini digunakan banyak brand untuk membedakan kebutuhan kulit untuk mendapatkan kelembaban tersebut.

"Pelembab (moisturizer) lebih cenderung oil-based, termasuk zat oklusif, seperti petrolatum atau mineral oil, dan emolien yang berasal dari plant-oil. Cara kerjanya menjaga permukaan kulit agar terus halus dan tidak kering," ujar Roamnowski menjelaskan.

Hydrator merupakan humectants, seperti glycerin atau hyaluronic acid, yang menyerap ke dalam kulit dan tersimpan di sana. Hidrasi biasanya memiliki tekstur yang lebih ringan.

Sangat penting untuk mengetahui cara kerja kedua bahan ini untuk kesehatan kulit. 

Dilansir Healthline, berikut beberapa rekomendasi moisturizer untuk tiap jenis kulit:

Moisturizer untuk Kulit Kering

Jika kulit kering dan cenderung mengelupas, kemungkinan dehidrasi terkait dengan cuaca yang menyebabkan kulit kering, dan sulit mempertahankan kelembaban.

Moisturizer yang thick (tebal) dengan kandungan emolien akan menjaga perlindungan di permukaan kulit untuk mengunci kelembaban, juga memberikan nutrisi yang dibutuhkan kulit jangka panjang.

Selain itu penggunaan petroleum jelly (termasuk jojoba oil, dan coconut oil) pada kulit kering juga dapat mengurangi dehidrasi dan menjaga kelembaban kulit. Namun, jika tidak menyukai tekstur petroleum, beberapa pilihan lain dapat dicoba seperti shea butter, canola oil dan soybean oil.

Baca Juga: Manfaat Green Caviar dan Lactobacillus Cegah Penuaan Dini Kulit

Kulit Dehidrasi? Hydrating Serum Kuncinya

Jika kulit mengalami dehidrasi, kamu bisa menambahkan kandungan skincare dengan tekstur cair atau mengandung air yang cukup banyak. Memilih serum yang menghidrasi seperti hyaluronic acid, akan membuat kulit lebih sehat dan terhidrasi.

Rekomendasi kandungan moisturizer untuk kulit dehidrasi adalah hyaluronic acid, aloe vera dan madu.

Kandungan Water-based untuk Kulit Berminyak

Kulit berminyak bukan berarti tidak dehidrasi, dalam beberapa fakta kulit berminyak justru memerlukan pelembab untuk mengontrol minyak berlebih pada kulit.

Tipe kulit ini sering kali sulit mempertahankan kelembaban kulit mereka, yang menyebabkan kulit memproduksi minyak bertambah banyak. Cara terampuh untuk mengurangi minyak dalam kulit adalah dengan menambah moisturizer yang dapat menghidrasi kulit.

Mencari produk non-comedogenic, dan berbahan dasar air akan terasa ringan di kulit, serta menghindari penyumbatan pada pori-pori.

Perbedaan produk hydrating dan moisturizing terletak pada konsistensi kandungan keduanya. Produk hydrating sebagian besar mengandung air dan memiliki konsistensi cenderung cair. Namun, konsistensi produk moisturizing lebih kental.

Moisturizing dan hidrating sangat penting bagi kulit. Untuk kaum anti-ribet, memilih produk yang dapat menghidrasi dan melembabkan adalah pilihan utama.

Melakukan hidrasi pada kulit sangatlah penting untuk menjaga kelembaban pada lapisan kulit terdalam, mencegahnya tidak dehidrasi dan penuaan dini.