Miris! Sejumlah Korban Banjir di Sungai Tabuk Banjar Belum Dapat Bantuan

Ada beberapa warga terdampak banjir di Sungai Tabuk Kota dan Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar belum mendapatkan bantuan.

Sebagian warga Sungai Tabuk terdampak banjir belum dapat bantuan. Foto: bakabar.com/Hasan

bakabar.com, MARTAPURA - Setelah sepekan berlalu, ternyata masih terdapat beberapa warga terdampak banjir di Sungai Tabuk Kota dan Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar, belum mendapatkan bantuan yang memadai dari pemerintah desa, pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Nurhayati, misalnya. Warga Sungai Tabuk Kota ini mengaku hanya pernah mendapatkan bantuan berupa 3 bungkus mi instan, 3 butir telur dan seperempat liter minyak goreng.

"Itupun hanya sekali. Tidak diberikan bantuan beras. Sementara kami tidak dapat bekerja karena terdampak banjir," lirihnya.

Hal sama juga dirasakan Siti Aisyah. Perempuan paruh baya ini juga hanya pernah dapat bantuan 3 mi instan, telur dan seperempat liter minyak goreng, "Sama. Kami satu kampung," sahutnya.

Oleh karena saban tahun terdampak banjir, terutama di musim hujan, mereka pun berharap pemerintah mempunyai solusi untuk mengatasi kelebihan air.

Pengalaman lebih parah dialami Saniah. Warga Desa Sungai Tabuk Keramat ini mengaku belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali.

Padahal rumah yang ditempati bersama suami dan tiga anak ini telah terendam hingga selutut orang dewasa. Ketika debit air meningkat, mereka sehari-hari harus menggunakan perahu kecil untuk beraktivitas di luar rumah.

Saniah sendiri merupakan warga tuna rungu dan tuna wicara. Ketika menjelaskan kondisi, Saniah hanya menggunakan bahasa isyarat, sembari diterjemahkan warga lain.

Seiring kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Saniah berharap bantuan segera tersalurkan secara merata.