Pemilu 2024

Mimpi Kaesang Bila PSI Tembus Senayan: UU Perampasan Aset!

Ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep membeberkan mimpi utamanya bila partainya itu sukses menembus Senayan, sebutan DPR RI.

Kaesang Pangarep di hadapan para influencer media sosial di Jember, Senin (4/12). apahabar.com/Ulil

apahabar.com, JEMBER - Ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep membeber mimpi utamanya bila kadernya sukses menembus Senayan, sebutan DPR RI.

Kaesang menyebutnya sebagai suatu hal yang cukup serius. Disampaikan oleh putra Jokowi itu di akhir obrolan bersama sejumlah influencer dan mahasiswa dalam pertemuan di rumah makan Taman Mangli Indah, Jember, Senin malam (4/12).

Sebelumnya, mulai sekitar pukul 21.00 WIB hingga 22.30 WIB, Kaesang Pangarep cenderung sengaja memilih obrolan santai dengan para influencer.

Baca Juga: Kaesang Harap KPU Tetap Adakan Debat Cawapres

Namun di akhir obrolan, salah satu pemuda menanyakan strategi dari PSI ialah mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045. Kali ini, Kaesang tampak menjawab dengan serius.

"Mewujudkan generasi emas 2045. Jika bisa masuk Senayan, urutan list pertama, saya minta untuk ajukan UU perampasan aset, karena korupsi masalah besar di Indonesia," kata Kaesang.

Kaesang melihat koruptor menjadi masalah utama di Indonesia yang menghambat tercapainya Indonesia emas 2024.

Baca Juga: POLITIK SEPEKAN: Bobby Dipecat PDIP, Kaesang Dicuekin Megawati!

Dia pun menilai para koruptor harus dirampas asetnya. Sebab, menurutnya koruptor tidak takut dipenjara. Namun lebih takut jika dimiskinkan.

"Ketika korupsi asetnya diambil. Karena koruptor bukan takut sama penjara, tapi takut dimiskinkan," katanya.

Kaesang mengakui wacana usulan RUU Perampasan Aset pasti memiliki banyak tantangan. Sebab menurutnya belum tentu partai lain mendukung.

"RUU perampasan aset. Mungkin sulit, karena tidak semua partai akan setuju," ujarnya.

Baca Juga: Ade Armando: Kaesang Tak Dicueki Megawati Saat Sungkem di KPU

Dia berharap setidaknya nanti pada 2045 kasus korupsi di Indonesia semakin sedikit. Kendati dia rasa juga mustahil menjadi "zero".

"Meski sulit menjadi zero korupsi. Kami akan getol untuk mendorong untuk itu," ujarnya.