Menengok Progres Pengerjaan TMMD di Sungai Lulut Banjarmasin

Progres penyelesaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 Kodim 1007/Banjarmasin sudah sampai 40 persen.

Ketua Tim Wasep, Brigjend Mahfud Ghozali bersama Dandim 1007/Banjarmasin, Kolonel Inf Arman Aris Sallo dan Sekdakot Banjarmasin, Ikhsan Budiman meninjau pengerjaan TMMD di Sungai Lulut Dalam. Foto: bakabar.com/Riyad

bakabar.com, BANJARMASIN - Progres penyelesaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 Kodim 1007/Banjarmasin sudah sampai 40 persen.

Program ini sendiri berlangsung sejak tanggal 20 Februari hingga tanggal 20 Maret 2024. Lokasi yang dipilih adalah Jalan Sungai Lulut Dalam RT 8, Kelurahan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur.

Kamis (29/2) siang, pelaksanaan program tersebut ditinjau oleh Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad).

Kunjungan yang dipimpin oleh Brigjend TNI Mahfud Ghojali itu sendiri sebagai bentuk pengendalian serta pengawasan.

Pada kesempatan itu, Brigjen Mahfud berpesan agar program pengerjaan fisik dilaksanakan bisa selesai pada batas waktu yang ditentukan.

Ia turut mengingatkan bahwa TMMD merupakan operasi bakti TNI bersama pemda dan unsur terkait lainnya. Maka, sudah tentu ada target yang harus dicapai.

"Untuk menunjang keberhasilan pelaksanaannya, diperlukan sinergitas dari berbagai pihak termasuk masyarakat. Agar apa yang dilakukan sesuai harapan," ucapnya.

Brigjend Mahfud pun lantas membeberkan, ada empat sasaran dalam pelaksanaan TMMD Ke-119 kali ini. Yakni, pengentasan daerah terisolir, kumuh, daerah pulau terluar, dan derah terdampak banjir.

"Atas nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) serta selaku penanggung jawab TMMD, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Pemko Banjarmasin," tuturnya.

"Termasuk, seluruh komponen masyarakat atas kerja sama serta semangat gotong royong dalam mendukung kelancaran kegiatan TMMD yang sedang berjalan," tutupnya.

Di sisi lain, di samping melakukan peninjauan ke lokasi TMMD, Tim Masev Mabesad juga secara simbolis membagikan sembako kepada warga setempat, sebagai upaya mengentasi stunting.

Kemudian, di lokasi TMMD, juga digelar penanaman bibit pohon ulin yang merupakan salah satu pohon khas di Kalimantan.

Diwartakan sebelumnya. Pada pelaksanaan TMMD Ke-119 yang digagas Kodim 1007/Banjarmasin, untuk proyek fisik ada sebanyak enam unit jembatan bermaterial kayu ulin yang dibangun.

Kemudian, juga ada sasaran tambahan. Yakni, rehabilitasi satu unit musala, pembangunan dua unit tempat MCK dan tempat wudhu, serta satu unit pos kamling.

Di sisi lain, pelaksanaan TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan non fisik. Mayiritas, berisi penyuluhan alias sosialisasi. Bakti sosial hingga pasar murah.

Didukung Pemkot Banjarmasin

Dukungan turut diberikan Pemkot Banjarmasin untuk suksesnya kegiatan TMMD ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan, ini merupakan wujud sinergritas antara Pemkot Banjarmasin dan jajaran TNI.

"Karena dampak yang dirasakan langsung ke masyarakat kita," ungkapnya didampingi Kadis PUPR Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah usai melakukan pemantauan, Kamis (29/02/2024).

Pelaksanaan di kawasan pinggiran Kota Banjarmasin itu ujarnya, tentunya untuk peningkatan infrastruktur dan pemerataan pembangunan. Yang mencakup pengerjaan fisik dan non fisik.

"Kalau tidak salah itu ada membangun 6 jembatan, dan ada juga penyuluhan. Dari semua itu, tentu kami Pemko Banjarmasin memberikan dukungan seluruh dinas terkait, berkaitan dengan TMMD ini," katanya.

Tentunya, untuk mensukseskan program TMMDi ini, Pemko Banjarmasin kata dia mengucurkan dana swakelola sebesar Rp1.190.000.000 dari APBD.

"Kegiatan fisik itu swakelola tingkat 2, berarti ada pendanaan dari pemko Banjarmasin. Yakni untuk bahan itu Rp1 miliar dan tenaga kerja Rp190 juta," pungkasnya.