Membanggakan! BKB Seroja di Batola Raih Predikat Terbaik Regional IV

Prestasi apik ditorehkan Bina Keluarga Balita (BKB) BKB Seroja dari Desa Sidomakmur Kecamatan Marabahan, Barito Kuala (Batola).

Penjabat Bupati Batola, Mujiyat, menghadiri penilaian virtual BKB Seroja yang dilakukan juri dari lintas kementerian. Foto: DPPKBP3A Batola

bakabar.com, MARABAHAN - Prestasi apik ditorehkan Bina Keluarga Balita (BKB) BKB Seroja dari Desa Sidomakmur Kecamatan Marabahan, Barito Kuala (Batola).

Mereka berhasil meraih predikat BKB terbaik regional IV dalam penilaian tingkat nasional yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

BKB Seroja tercatat meraih total 29.200 poin dalam pengumuman pemenang yang disampaikan secara virtual oleh Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak, dr Irma Ardiana, melalui Youtube BKKBN Official, Kamis (30/5).

Selain regional IV, juga diumumkan pemenang dari regioal lain. Seperti regional I yang dimenangkan BKB Sarana Sehat dari Riau.

Kemudian regional II dimenangi oleh BKB Seruni dari Jawa Barat, serta BKB Mimosa Korem yang mewakili Papua di regional III.

Penilaian BKB melibatkan juri dari lintas kementerian, yakni Ditjen Bangda Kemendagri, Direktorat Pengembangan Sosial Budaya Lingkungan Desa dan Pedesaan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB.

Sebelum pengumuman pemenang, dilaksanakan presentasi secara virtual yang disampaikan oleh pengurus dan kader BKB Seroja di Rumah Dinas Bupati Batola, Senin (27/5).

Presentasi juga dihadiri langsung oleh Penjabat Bupati Mujiyat, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), dan Plt Camat Marabahan.

Berbagai inovasi masuk dalam penilaian profil BKB Seroja. Mulai dari Gerakan Bersama Beri Susu Formula Untuk Anak Stunting (Gebyar Suara Panting), lalu Upaya Cukup Dua Telur Bisa Atasi Stunting (Ucup Balanting).

Kemudian Kelas Balita Stunting (Kebas), Anak Lahir Pulang Bawa Akta (Alipbata), hingga Tanam Katu di Muka Rumah (Takatudimura).

Berikutnya Pancuran Cuci tangan (Pancuran Cinta), Bawai Padahi Datangi dan Hagai (Bapadah), serta Berhenti Merokok di Dalam Rumah (Berkokok di Rumah).

Poin penilaian BKB Seroja ditambah tingkat kehadiran pembinaan 74 keluarga di Sidomakmur. Tercatat hingga April 2024, tingkat kehadiran mencapai 89,18 persen.

Adapun BKB merupakan program yang dibuat BKKBN untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam mendidik anak usia balita.

Pelaksana BKB adalah pengelola dan kader yang bekerja sukarela dari kalangan masyarakat sekitar. Sementara orang yang menerima penyuluhan disebut sebagai kelompok BKB.

Kelompok BKB umumnya terdiri dari keluarga muda dengan anggota yang mempunyai anak batita ataupun balita.

Dikutip dari laman resmi BKKBN, kelompok keluarga diarahkan agar keluarga memiliki prioritas tinggi terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak balita.

Kalau berjalan dengan baik, BKB dapat menghasilkan orang tua yang paham cara memelihara kesehatan, tumbuh kembang anak, deteksi dini kelainan atau kecacatan, hingga menyiapkan anak balita ke sekolah.